ODP Covid-19 di Payakumbuh Tinggal 8 Orang

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat membagikan hand sanitizer terhadap warga di depan Posko Tanggap Darurat Covid-19, Jumat (20/3).
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat membagikan hand sanitizer terhadap warga di depan Posko Tanggap Darurat Covid-19, Jumat (20/3). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi mengatakan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (OPD) di daerah tersebut tinggal 8 orang. Jumlah itu mengalami penurunan, karena sebelumnya jumlah ODP di Payakumbuh berjumlah sebanyak 28 orang.

"Yang 20 orang sudah dinyatakan bersih dan sisanya, yaitu 8 orang lain masih dalam pemantauan," kata Riza Falepi di Posko Tanggap Darurat Covid-19 Kota Payakumbuh , Jumat (20/3).

baca juga: Kabar Gembira, THL Pemko Payakumbuh Akan Terima BLT Subsidi Gaji

Dikatakan Riza, pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran Covid-19. Namun demikian, dia berharap masyarakat tidak panik tapi lebih kepada mendisiplin diri dalam kehidupan sehari-hari.

Selain warga, Pemko Payakumbuh juga sudah membatasi perjalanan dinas ke luar daerah untuk seluruh OPD.

baca juga: Grup Randai Puti Elok Asal Payakumbuh Jadi yang Terbaik di Festival Randai Sumbar

"Kalau memang tidak mendesak kita akan larang. Semaksimal mungkin tidak ada perjalanan dinas ke luar daerah. Apalagi ke luar negeri, tentu di larang," sebutnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Adnaan WD Payakumbuh Efriza Naldi mengatakan. pihaknya saat ini telah menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit tersebut.

baca juga: Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Nenek di Payakumbuh

"Saat ini tengah disiapkan ruang isolasi di IGD Rumah Sakit untuk screaning pertama pasien yang masuk IGD. Kemudian baru dilakukan pemeriksaan lanjutan apakah akan diputuskan untuk di rujuk atau tidak," kata dia.

Mengantisipasi lamanya rujukan ke dua rumah sakit rujukan di Sumbar, ada empat ruang isolasi inap yang tengah disiapkan di RSUD Adnaan WD. Untuk mekanisme rujukan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan RSUD dr. Achmad Muchtar, Bukittinggi dan RSUP M. Djamil Padang.

baca juga: Dicokok Polisi, Tersangka Pembunuh Nenek di Payakumbuh Ternyata Orang Dekat Korban

"Namun terkait rujukan ini kendalanya adalah keterbatasan ruang isolasi baik di Bukittinggi atau di Padang. Karena itu kita siapkan ruang isolasi inap," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat