Pemko Payakumbuh Tunda Gelaran Festival Batang Agam

Plt Disparpora Kota Payakumbuh, Andiko Jumarel.
Plt Disparpora Kota Payakumbuh, Andiko Jumarel. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh menunda gelaran Festival Batang Agam di Kawasan Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Awalnya, kegiatan itu direncanakan bakal digelar pada 26-27 Maret. Namun karena pandemi Corona atau Covid-19 di Indonesia, Disparpora Payakumbuh bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) memutuskan untuk menunda kegiatan yang tujuannya adalah untuk mempromosikan Batang Agam sebagai sebagai salah satu objek wisata baru di Kota Randang itu.

baca juga: Kabar Gembira, THL Pemko Payakumbuh Akan Terima BLT Subsidi Gaji

"Setelah rapat dengan BWS5 beberapa waktu lalu, diputuskan untuk ditunda ke tanggal 2-3 April," kata Plt Disparpora Kota Payakumbuh , Andiko Jumarel, Senin (23/3).

Untuk penundaan pada awal April, Andiko juga belum bisa memastikannya karena pihak Disparpora bersama BWSS V masih akan memantau perkembangan terkini dari penyebaran Covid-19.

baca juga: Grup Randai Puti Elok Asal Payakumbuh Jadi yang Terbaik di Festival Randai Sumbar

"Nanti segala sesuatunya akan diputuskan pada rapat evaluasi yang akan dilaksanakan pada 31 Maret. Jadi penundaan ke tanggal 2-3 April masih belum final," jelasnya.

Seperti diketahui, sebelum pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia, kawasan Batang Agam memang jadi salah satu objek wisata primadona baru di Kota Payakumbuh . Meski belum diresmikan, hampir ribuan warga memadati lokasi tersebut untuk menikmati suasana sore hari.

baca juga: Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Nenek di Payakumbuh

Kondisi itu yang kemudian membuat Pemko Payakumbuh berupaya aktif untuk memperkenalkan kawasan Batang Agam ke publik. Keberadaan Batang Agam diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wistawan ke Kota Randang itu.

Sementara terkait penyebaran Covid-19 di Kota Payakumbuh , Disparpora sudah melakukan penutupan terhadap sejumlah objek wisata berbayar di daerah itu.

baca juga: Dicokok Polisi, Tersangka Pembunuh Nenek di Payakumbuh Ternyata Orang Dekat Korban

"Kawasan wisata Ngalau Indah sudah kita tutup dan Ampangan juga sudah kami tutup," tegas Andiko. (*)

Editor: Taufik Hidayat