Sekolah Diliburkan, Satpol PP Payakumbuh Intensifkan Patroli, 50 Siswa Terjaring

Kasatpol PP Payakumbuh, Devitra.
Kasatpol PP Payakumbuh, Devitra. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Diliburkannya siswa sekolah di Kota Payakumbuh akibat pandemi virus Corona atau Covid-19 disikapi Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) dengan lebih rutin melakukan patroli ke sejumlah tempat-tempat yang biasa dikunjungi siswa sekolah.

"Dalam satu hari kemarin (Minggu) saja telah lebih dari 50 anak sekolah yang kedapatan masih bermain di warnet," kata Devitra, Senin (23/3).

baca juga: Kabar Gembira, THL Pemko Payakumbuh Akan Terima BLT Subsidi Gaji

Dikatakannya, untuk siswa yang didapati bermain di warnet itu berasal dari hampir seluruh sekolah dan tingkat sekolah yang ada di Payakumbuh .

Ia mengatakan lokasi-lokasi yang disisir merupakan lokasi yang bisanya banyak digunakan oleh siswa sehari-hari seperti warnet, rental play station dan kafe-kafe.

baca juga: Grup Randai Puti Elok Asal Payakumbuh Jadi yang Terbaik di Festival Randai Sumbar

"Jadi memang kita mencari tempat-tempat keramaian yang biasa digunakan. Waktunya itu tidak pasti atau fleksibel, yang jelas patroli terus kita lakukan," ujarnya.

Untuk saat ini, kata dia, anak-anak yang kedapatan masih berkeluyuran tersebut belum akan diberi sanksi dan hanya diberikan edukasi serta pemahaman agar anak tersebut tidak mengulang hal tersebut.

baca juga: Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Nenek di Payakumbuh

"Kita juga berikan edukasi dan pemahaman kepada pemilik warnet, rental play station dan pemilik kafe," sebutnya.

Jika anak yang sudah pernah kedapatan tersebut nantinya kedapatan kembali, akan dibawa ke kantor Satpol PP dan diperbolehkan pulang ketika sudah dijemput oleh orang tuanya.

baca juga: Dicokok Polisi, Tersangka Pembunuh Nenek di Payakumbuh Ternyata Orang Dekat Korban

"Kita kan ada daftar nama dan foto mereka, apabila didapatkan lagi, tentu kita harus bicara langsung dengan orang tua mereka," ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sempat mendapati akan ada kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian, yakni lomba kicauan burung di Pasar Ibuh, Kota Payakumbuh . Namun, pihaknya berhasil menghentikan kegiatan tersebut sebelum sempat untuk dimulai.

"Kemarin itu juga ada salah satu kafe yang tengah melaksanakan turnamen game online. Tapi setelah kita temui panitianya, pelaksanaan turnamen tersebut juga dihentikan," sebutnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat