Soal Nikah di Masa Bahaya Corona KUA Sutera Pessel Ikut Aturan Kemenag

Kepala KUA Sutera, Toni Nasrianto
Kepala KUA Sutera, Toni Nasrianto (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat bakal berlaku aturan baru dalam mengatur prosesi akad nikah sebagai pedoman dalam mencegah penyebaran wabah virus carona belakangan ini.

Kepala KUA Sutera, Toni Nasrianto mengungkapkan, aturan tersebut sejalan dengan keluarnya surat edaran (SE) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam. SE itu mengatur tentang tata cara akad nikah selama masa pengcegahan corona .

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

"Peraturan akan diterapkan baik saat akad nikah di balai nikah maupun di luar KUA ," ungkapnya di kantornya, Senin 23 Maret 2020.

Ia menjelaskan, sesuai intruksi termaktub dalam SE Dirjen Bimas Islam, diantaranya meliputi tiga poin. Mulai dari membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah, hingga aturan membasuh tangan, dan menggunakan sarung tangan dan masker pada sebelum atau saat ijab kabul.

baca juga: Matangkan Praktik Notaris, Pengwil INI Sumbar Kembali Gelar Magang Bersama

"Dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang. Dan keharusan yang lain itu, juga diberlakukan untuk petugas, wali nikah dan calon pengantin," katanya.

Sementara, untuk akad di luar KUA , ujarnya mencakup empat poin, mulai dari mempersiapkan ruangan yang berventilasi sehat. Hingga membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dan aturan lain yang sudah termaktub pada poin saat menggelar prosesi di KUA .

baca juga: Pemain Sepakati Pemotongan Gaji, Barcelona FC Terhindar dari Kebangkrutan

"Selain itu, kami juga meniadakan semua jenis layanan selain administrasi dan pencatatan nikah di KUA . Hal itu untuk menhidari kontak dekat dan hal yang lain dapat memicu Covid-19," terangnya.

Lanjutnya, hingga kini, dari sejumlah prosesi yang dilangsungkan KUA Sutera belum ada mempelai atau masyarakat yang terjangkit corona . Kendati demikian, hal yang memicu penyebaran virus itu harus terus dihindari, sebab, corona harus bisa dicegah sedini mungkin.

baca juga: Pencarian Satu Korban Hanyut di Airpura Pessel Hingga Hari Ketiga Belum Membuahkan Hasil

"Walaupun sudah kami sosialisasikan, namun, yang menjadi kendala apakah masyarakat mampu menerapkan prosesi nikah seperti itu," ujarnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani