Terdampak Covid-19, Hotel di Payakumbuh Sepi Pengunjung

Plt Disparpora Kota Payakumbuh, Andiko Jumarel (kiri) saat memantau kondisi hotel di daerah tersebut.
Plt Disparpora Kota Payakumbuh, Andiko Jumarel (kiri) saat memantau kondisi hotel di daerah tersebut. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19 berdampak signifikan terhadap usaha perhotelan di Kota Payakumbuh . Dari pantauan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Senin (23/3), sejumlah hotel di daerah tersebut sepi pengunjung.

Plt Disparpora Kota Payakumbuh , Andiko Jumarel menyebut, pihaknya melakukan pemantauan ke sejumlah hotel dan penginapan di daerah tersebut mulai Senin (23/3) dan kegiatan yang sama kembali dilanjutkan Selasa (24/3) siang ini.

baca juga: KPU Sumbar Berencana Atur Waktu Pemilih untuk Datang ke TPS

"Dari yang kita pantau, kunjungan hotel turun sekali. Kalau hari biasa ada 13 kamar terkunjungi, sekarang hanya dua," kata Andiko, Selasa (24/3).

Dalam kegiatan itu, pihaknya juga melihat implemntasi perhotelan terhadap Surat Edara Wali Kota Payakumbuh terkait antisipasi penyebaran Covid-19.

baca juga: Update COVID-19 di Agam Hari Ini, Dua Positif dan 13 Pasien Dinyatakan Sembuh

"Mereka cukup mematuhi apa yang sudah disampaikan. Tapi memang pihak hotel memang terkendala untuk mendapatkan hand sanitizer (cairan pembersih tangan) ataupun dalam melakukan penyemprotan disinfektan," jelasnya.

Diantara yang cukup ditekankan Disparpora Payakumbuh ke pihak pengelola hotel adalah mencatat riwayat perjanalan tamu yang datang.

baca juga: Satu Sembuh dan 12 Positif, Total Kasus COVID di Pessel Sudah Mencapai 160

"Pengunjung harus mau memberikan riwayat perjalanannya dan harus jujur. Dari pantauan kami, tamu juga sudah paham, mereka membuka pintu juga dengna sudah menggunakan siku," terangnya.

Terkait tamu yang berasal dari luar negeri, Andiko menyebut, bahwa pengelola hotel di Payakumbuh sudah cukup waspada dan sebagian hotel bahkan tidak lagi menerima tamu yang berasal dari negara luar.

baca juga: Rekor 50 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Ini Kata Dinas Kesehatan Bukittinggi

"Ini kesadaran hotel sendiri, bukan larangan dari pemko. Jadi pihak hotel takut juga karyawannya kena (Covid-19). Kalau dari kita hanya menghimbau kepada pengelola hotel untuk lebih teliti dalam menerima tamu," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat