Update COVID-19 25 Maret di Sumbar: Jumlah ODP Meningkat Jadi 616, Negatif 13, Positif 0

Ilustrasi
Ilustrasi (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Jumlah warga dengan status orang dalam pemantauan (ODP) di Sumatra Barat meningkat menjadi 616 orang, Rabu (25/3/2020). Terjadi peningkatan sebanyak 133 orang dari hari sebelumnya.

Hal tersebut juga dapat dilihat di https://corona.sumbarprov.go.id/. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat 29 orang yang juga menunggu hasil pemeriksaan, bertambah 1 PDP dari hari sebelumnya.

baca juga: KPU Sumbar Akan Lakukan Pleno Tertutup saat Penetapan Calon

Sudah diperiksa 42 orang, dengan hasil negatif 13. Sampai hari ini belum ditemukan kasus positif corona .

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, meningkatnya ODP dikarenakan orang luar yang bergerak masuk ke Sumbar, hal itu berdasarkan laporan sejumlah kabupaten kota di perbatasan.

baca juga: Wisma Atlet Mulai Penuh Pasien COVID-19, Tower 4 Berkapasitas 1.546 Tempat Tidur Dibuka

"Banyak yang eksodus lewat darat sekarang, salah satunya dari Dharmasraya, besok kita mau lihat ke sana," katanya di Padang, Rabu (25/3/2020).

Wagub menambahkan, wilayah Dharmasraya merupakan salah satu jalur masuk Sumbar yang padat. Banyak orang dari luar lewat di sana karena ingin pulang kampung.

baca juga: Catat Rekor Penambahan 4.176 Kasus, Indonesia Sudah Catat 248.852 Orang Positif COVID-19

"Angka ini hasil rekapitulasi gugus tugas yang ada di kabupaten/kota, selalu meningkat sepertinya, sekarang sudah lebih dari 600," ujarnya.

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) sebaran dampak penanganan wabah virus COVID-19 per 24 Maret 2020. Sebanyak 483 warga dengan status orang dalam pantauan (ODP) tersebar di 19 kabupaten/kota.

baca juga: Kota Padang dan Kabupaten Agam Zona Merah COVID-19, Ini yang Seharusnya Diterapkan

Sedangkan jumlah pasien negatif 6 orang, hasil positif masih nol, dan sebanyak 28 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).(*)

Editor: Muhammad Haikal