Baru Bebas Program Asimilasi, Martadinata Kembali Ditangkap Karena Mencuri Handphone di Padang

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda dan Barang Bukti Handphone
Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda dan Barang Bukti Handphone (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Mardinata (26), Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Lembaga Permasyarakatan Kelas II Padang yang bebas melalui program asimilasi Kemenkumham kembali ditangkap karena mencuri handphone . Ia diringkus Satreskrim Polresta Padang di Jalan Rasuna Said, Kecamatan Padang Barat, Senin (20/4/2020) sekira pukul 01.00 WIB.

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan mengatakan, dalam pemeriksaan, pelaku mengaku seorang narapidana yang baru keluar penjara lewat program asimilasi di Lapas Padang.

baca juga: Polisi Kembali Amankan Empat Preman yang Bikin Resah Warga di Kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang

"Saat akan dibekuk ia mencoba melawan dan melarikan diri dari kejaran petugas, kemudian terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menghadiahi dua timah panas di kaki kirinya," katanya di Mapolresta Padang, Selasa (21/4/2020).

Yulmar menambahkan, dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan 10 unit handphone berbagai merek yang diduga hasil dari pencurian . "Ia diamankan berdasarkan laporan dari korban, dimana toko handphone miliknya yang berada di salah satu mall terbesar di Kota Padang dicuri oleh pelaku pada hari Rabu (15/4/2020) lalu," ujarnya.

baca juga: Bikin Resah Warga, Belasan Preman Diamankan di Kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda menambahkan, menindaklanjuti laporan korban, pihaknya segera melakukan penyelidikan di toko tersebut.

"Hasilnya, ditemukanlah rekaman CCTV di toko milik korban. Ia melakukan aksinya dengan cara mengintai terlebih dahulu situasi toko, lalu bersembunyi di balik mesin generator set (genset). Ketika toko tutup tersangka langsung membuka paksa kunci pintu, lalu mengambil puluhan unit handphone dengan mudah," katanya.

baca juga: Sekuriti Perumahan yang Habisi Dua Nyawa di Padang Merupakan Residivis Perampokan

Setelah mengetahui identitas dan keberadaannya, petugas memancing tersangka dengan berpura-pura sebagai pembeli dan sepakat bertemu di suatu tempat. "Awalnya tersangka tidak mau untuk bertemu, namun setelah dibujuk oleh polisi wanita ia akhirnya setuju untuk bertemu. Kemudian dilakukanlah penangkapan," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Mardinata mengakui perbuatannya, da telah mengambil 20 unit lebih gawai dalam aksi tersebut.

baca juga: Perjalanan Karir AKBP Imran Amir yang Baru Menjabat Kapolresta Padang

Editor: Muhammad Haikal