Bekuk Pelaku Penganiayaan, Polres Bukittinggi Malah Ungkap Kasus Perampokan Nenek Pedagang Pisang

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF --Kepolisian Resort Kota Bukittinggi melakukan penangkapan terhadap 1 pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi pada Selasa 21 April 2020, satu orang tewas yakni RW (32) setelah dikeroyok sejumlah orang.

baca juga: Ampiang Dadiah, Kuliner Khas Bukittinggi yang Masuk Nominasi API 2020

Saat itu, Polres Bukittinggi mengamankan 3 orang, 1 orang dilaporkan buron. Kurang dari 1 bulan kemudian, Polres Bukittinggi mengamankan 1 pelaku lainnya.

Menariknya, 1 pelaku terakhir ini ternyata berkaitan dengan kasus rampok nenek pedagang pisang pada 25 Februari 2020 silam.

baca juga: Bawa Sabu, Seorang Pria Ditangkap di Depan Mapolres Pariaman

"Pelaku terakhir ini adalah IB (20), ia juga mengaku telah melakukan tindak pidana pencurian beserta kekerasan terhadap nenek yang akan berjualan di pasar,"ucap Wakapolres Bukittinggi Kompol Sumintak dalam rilis yang KLIKPOSITIF terima, Rabu 13 Mei 2020.

IB diamankan tim cobra Polres Bukittinggi di depan SPBU Ngalau Payakumbuh.

baca juga: Jaga Lingkungan, TNI Gotong Royong Bersama di SMK 1 Koto Baru

Saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut dan mendalami pemeriksaan terhadap tersangka, tak tertutup ada kemungkinan lain dari kedua kasus yang ternyata saling terkait tersebut.

Pedagang pisang yang dirampok itu adalah Yen (56), ia dirampok sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan Manunggal atau Belakang Masjid Baitul Jalal. Ia dipukul oleh perampok yang berjumlah lebih dari 1 orang dibagian kepalanya menggunakan benda keras.

baca juga: Sutan Riska Harapkan Peranan Media Memberi Warna Baru Untuk Dharmasraya

Akibat kejadian ini, Yen mesti opname beberapa hari di rumah sakit karena terluka berat dan kehilangan emas serta uang tunai.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri