New Normal, Sekolah di Bukittinggi Dijadwalkan Buka 1 Juli

Ilustrasi
Ilustrasi (Hatta Rizal/Klikpositif)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -Pemerintah Kota Bukittinggi memutuskan keluar dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan Provinsi Sumatera Barat.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan faktor penyebaran COVID-19 yang terkendali dan ekonomi warga yang babak belur.

baca juga: Ampiang Dadiah dan Janjang Saribu Masuk Nominasi API 2020 dari Bukittinggi

Dijadwalkan, secara bertahap mulai 1 Juni 2020, kehidupan normal yang baru mulai dijalankan dengan melonggarkan sejumlah aturan, termasuk soal pendidikan.

"Sekolah kita rencanakan dibuka kembali, namun tentu dengan sejumlah ketentuan sesuai protokol COVID-19. Khusus sekolah 1 Juli nanti kita mulai karena Juni kan libur juga," kata Wali Kota Ramlan Nurmatias, Kamis 28 Mei 2020.

baca juga: IBF 2020 : Protokol COVID-19, Faktor Kunci Kebangkitan Industri EO

Ramlan meyakinkan, keputusan ini sudah berdasarkan kajian jika penyebaran COVID-19 di Bukittinggi sudah terkendali sehingga siswa diputuskan kembali ke sekolah.

"Namun tentu kita siapkan dahulu, guru-guru akan kita swab, ada 2000an itu. Sementara siswa PAUD, TK dan Kelas 1-2 SD, tetap kita rumahkan," katanya.

baca juga: Pemko Padang Anggarkan Lagi Rp60 Miliar Untuk Tangani COVID-19, Fokus Hal Ini

Aturan yang diterapkan, kata Ramlan, dalam satu ruangan yang biasanya diisi 28 siswa, hanya boleh ditempati sebanyak 14 siswa. Hal ini bisa dilakukan dalam beberapa sesi pelajaran menyikapi ketersedian ruangan.

"Jadi proses belajar mengajar tetap kita siapkan sesuai standar COVID-19, jam belajar dikurangi dari 7 menjadi 3,5 jam. Selesai belajar langsung pulang dan siswa wajib pakai masker," ungkap Ramlan.

baca juga: Total 590 Orang Dirawat di RSD Wisma Atlet

Wako berharap tak ada lagi terpantau penyebaran COVID-19 sehingga rencana ini bisa berjalan lancar. Sebelumnya, siswa di Bukittinggi yang berjumlah 35 ribuan dirumahkan sejak Maret silam.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera