Perpanjang PSBB, Pemkab Pasbar Persiapkan Hal Ini

Koodinator Pusdal Ops Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasbar, Edi Busti
Koodinator Pusdal Ops Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasbar, Edi Busti (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 7 Juni 2020 mendatang.

"Perpanjangan PSBB tahap III ini berdasarkan kesepakatan video conference evaluasi PSBB bersama Gubernur Sumbar , Kamis kemarin," sebut Koodinator Pusdal Ops Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasbar , Edi Busti, Jumat (29/5).

baca juga: Digelar Virtual dan Sederhana, HUT ke-62 Pengangambilalihan Semen Padang Tetap Meriah dan Penuh Makna

Ia menerangkan, perpanjangan PSBB yang dilakukan itu sebagai langkah mempersiapkan tahapan menuju New Normal (tatanan baru, produktif dan aman COVID-19).

"Tentu tahapan new normal harus kita pelajari dan siapkan terlebih dahulu. Untuk itu, sambil menyiapkan kita memilih untuk melanjutkan PSBB yang dimulai besok," katanya.

baca juga: Wisata Pemandian Pincuran Tujuh dan Batu Lipek Kain, Keindahan Alam yang Tersembunyi di Kinali

Ia menjelaskan, dalam penerapan New Normal dibutuhkan persiapan yang matang dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengerti apa itu new normal . New Normal adalah pola kehidupan baru dengan menerapkan standar pencegahan COVID-19 yang ada, seperti penggunaan masker, menjaga jarak, pola hidup bersih, dan lainnya.

"Jangan di salah artikan, New normal itu sebagai bentuk kebebasan baru, tetapi segala aktivitas masyarakat yang mengacu pada protokol pencegahan COVID-19 yang ada," jelasnya.

Sedangkan hingga Kamis (29/5/2020) sore, tercatat 266 ODP (253 sehat), 14 orang PDP (dengan hasil swab 13 orang negatif, 9 orang diantaranya sehat, meninggal 4 orang dan 1 orang masih dirawat di RSUD Jambak).

Sementara sebanyak 27.629 orang pelaku notifikasi perjalanan dan 44 Orang Tanpa Gejala dan untuk kasus positif 1 orang yang saat ini diisolasi mandiri si BLPP Bandar Buat Padang," jelasnya.

Disamping itu dr Gina meminta, bagi warga yang baru datang dari daerah pandemi COVID-19, diharapkan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Dengan itu, dapat melindungi keluarga dan masyarakat sekitar.

Kemudian, jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting. Namun jika terpaksa keluar rumah, harus memakai masker, cuci tangan setiap sebelum dan sesudah keluar rumah.

"Jika selama karantina ada gejala, seperti demam segera melapor ke tenaga kesehatan, jangan menahan diri karena ini untuk kebaikan bersama, selain itu untuk seluruh warga agar patuhi aturan PSBB yang telah diberlakukan," pintanya.

Catatan Redaksi: Bagi anda warga Kebupaten Pasaman Barat yang merasakan gejala demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas, hubungi Call Center COVID-19 Kabupaten Pasaman Barat di nomor 081363206072, 081396045210, 081219074430 dan 085263011244.

baca juga: Bawa Sabu, Seorang Pria Ditangkap di Depan Mapolres Pariaman

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Ramadhani

Komentar

Data COVID-19 Sumatera Barat

Update 05 Juli 2020 20:39 WIB

Positif Dirawat Sembuh Meninggal
775 83 625 31
sumber: corona.sumbarprov.go.id | Hotline Sumbar: 0751-71394, 081363478384, 08116609399