Bupati Agam Indra Catri Diperiksa Polda, Apa Kata Mulyadi?

Mulyadi
Mulyadi (Ist)

KLIKPOSITIF -- Beberapa hari ini Sumatera Barat dihebohkan dengan kasus akun palsu Facebook di Kabupaten Agam , yang diduga mencemarkan nama baik Anggota DPR-RI Ir. H. Mulyadi dan ujaran kebencian. Kasus yang ditangani oleh Tim Cyber Crime Polda Sumbar ini telah memeriksa 13 orang saksi, termasuk pejabat Pemda Agam .

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu saat ditanya wartawan, Jum'at (29/5) membenarkan bahwa polisi sudah memeriksa sebanyak 13 saksi dalam kasus akun bodong Facebook dan ujaran kebencian. Dari belasan saksi itu, tiga di antaranya adalah Bupati Agam Indra Catri, Sekda Agam Martias Wanto dan Kabag Umum Eri Syofyar.

baca juga: Bupati Agam Indra Catri Bantah Tuduhan ES Dibalik Postingan Akun FB Mar Yanto

"Sementara semuanya sebagai saksi ya. Kita dalami dulu kasusnya. Kasus ini dilaporkan masyarakat Refli Irwandi, yang tidak terima nama Anggota DPR Mulyadi dicemarkan, kita menindaklanjuti. Sekarang masih dalam proses pemeriksaan saksi," ujar Satake Bayu.

Kasus ini bermula adanya laporan dari masyarakat Refli Irwandi (40), yang melaporkan akun bodong Facebook atas nama Maryanto yang telah meresahkan masyarakat. Polisi mengusut kasus ini dan sementara ini menduga akun itu dibuat oleh seorang ASN di Agam , sehingga memanggil belasan saksi untuk membuat terang benderang kasus ini.

baca juga: Remaja Asal Bukittinggi Tenggelam Saat Mandi di Lubuk Antijam Malalak

Bupati Agam Indra Catri seusai diperiksa di Polda Sumbar hari Jum'at mengaku tidak tahu dengan akun bodong Facebook yang meresahkan masyarakat di Agam itu. "Tidak tahu saya akun Facebook itu, saya datang memberikan keterangan karena ada pegawai saya yang diperiksa polisi. Begitu juga Pak Sekda ikut dipanggil sebagai atasan pegawai Pemda Agam ," kata Indra Catri menjelaskan kepada wartawan.

Sementara itu, saat media menghubungi Ir. H. Mulyadi via WhatsApp, dirinya mengaku sangat heran mengapa ia difitnah dan ujaran kebencian yang diposting oleh akun Facebook atas nama Maryanto. "Jika benar akun Facebook bodong itu sengaja dibuat dan dioperasikan oleh seorang ASN Pemda Agam , apa tujuannya, untuk kepentingan apa ASN itu mencemarkan nama saya, memfitnah saya dengan foto-foto dan ujaran kebencian, ini yang harus diungkap oleh polisi," kata Ir. H. Mulyadi , Minggu (31/5).

baca juga: Bupati Agam Ikuti Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 Secara Virtual

Terkait dipanggilnya Bupati Indra Catri oleh Polda Sumbar dalam kasus akun Facebook Maryanto ini, Mulyadi juga mengaku tidak tahu apa hubungannya. "Tanya polisi saja mengapa Bupati Agam dipanggil dalam kasus ini, saya gak tahu. Dengan Bupati Indra Catri saya sudah kenal lama dan hubungan kami baik saja," kata Ir. H. Mulyadi lagi, yang dalam pandemi Covid-19 telah membantu ribuan APD untuk tenaga kesehatan di Sumbar.

Ketika ditanyakan apakah munculnya akun Facebook atas nama Maryanto dengan fitnah dan ujaran kebencian ini, ada kaitannya dengan Pilkada Gubernur? Menurut Mulyadi mungkin saja fitnah ini ada kaitan dengan dirinya yang maju sebagai Calon Gubernur Sumbar mendatang. "Dulu waktu saya maju sebagai Anggota DPR-RI dalam Pileg 2019 juga ada fitnah dan ujaran kebencian, tapi masyarakat Minang pemilih cerdas yang tidak mudah percaya dengan informasi yang menyesatkan, tidak mudah percaya dengan hoax," kata Mulyadi , yang lolos ke DPR dengan suara terbanyak dari seluruh Caleg DPR RI di Sumbar.

baca juga: Sempat Hilang, Seorang Kakek di Agam Ditemukan Meninggal Tenggelam

Kepada tokoh dan calon yang ingin maju dalam Pilgub Sumbar mendatang, Mulyadi menghimbau untuk maju berkompetisi secara sehat saja. Sampaikan saja apa kerja nyata yang telah diperbuat selama ini dan kepedulian kepada masyarakat. "Sosialisasi Pilgub Sumbar ini adalah momentum yang baik untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa calon pemimpin itu adalah yang telah bekerja nyata, tidak mengumbar janji, bukan dengan menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian yang membuat dosa saja," kata Ir. H. Mulyadi , yang sehari-hari adalah Ketua Partai Demokrat Sumbar ini.

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, Ir. H. Mulyadi yang telah menyebarkan ribuan APD dan paket sembako ini berpesan, mengajak seluruh elemen di Sumbar berbuat lebih banyak membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Melawan Virus Corona ini harus bersama-sama bahu membahu, tidak bisa sendiri dan tidak akan bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD saja.

"Sekecil apapun bantuan untuk masyarakat sangat berarti, mari berbuat secara ikhlas untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini," kata Anggota DPR RI Ir. H. Mulyadi yang telah mendonasikan setara dengan tiga tahun gajinya di DPR RI untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumbar. (Ril)

Editor: Pundi F Akbar