Sektor-sektor yang Akan Diaktifkan di New Normal Sawahlunto

Walikota Sawahlunto Deri Asta
Walikota Sawahlunto Deri Asta (Ist)

SAWAHLUNTO , KLIKPOSITIF -- Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengemukakan, ada 7 sektor yang akan diaktifkan kembali dengan penerapan protokol kesehatan mencegah COVID-19 pada New Normal .

Ke 7 sektor tersebut yakni, pasar tradisional, pasar retail modern, restoran, hotel, pelayanan satu pintu (PTSP), tempat wisata dan transportasi umum. Selain itu juga rumah-rumah ibadah dan tempat pendidikan (sekolah).

baca juga: Kasus COVID-19 Terus Bertambah di Padang, Disdik Pastikan Belum Laksanakan PBM Tatap Muka

Semua yang diperbolehkan beraktivitas kembali itu wajib menerapkan protokol kesehatan mencegah COVID-19.

Menurutnya, 3 hal yang paling penting, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak serta kontak fisik (physical distancing), sehingga semua aktivitas yang dilakukan tidak boleh melanggar protokol kesehatan.

baca juga: Ini Syarat Lengkap Pekerja Gaji Dibawah Rp5 Juta dapat Rp600 Ribu per Bulan dari Pemerintah

"Aparat dari TNI-Polri akan mengawasi untuk memastikan protokol kesehatan tersebut benar-benar dilakukan," kata Deri Asta, dalam keterangan pers di Balaikota, Jum'at (5/6/2020).

Ia mencontohkan, pada sektor ekonomi di pasar tradisional berlaku ketentuan yakni jalur masuk dan keluar di pasar hanya boleh 1 jalur (one way), pengunjung/pembeli wajib memakai masker dan diperiksa suhu tubuh serta kesehatan kemudian didata nama dan alamat, sementara untuk pedagang juga wajib memakai masker dan sarung tangan serta diperiksa suhu tubuh dan kesehatan.

baca juga: 8 Orang Warga di Pessel Kembali Terpapar COVID-19, Semuanya dari Lengayang

"Pada sektor lainnya pun juga mengacu pada ketentuan seperti itu. Sehingga seperti untuk sekolah misalnya, sekarang kita sedang merancang bagaimana jumlah pelajar di dalam kelas dibatasi, jam istirahat dimana nanti pelajar juga akan berkumpul bersama juga akan kita tiadakan dulu sehingga tidak ada pelajar kita berkumpul beramai-ramai yang menyebabkan melanggar physical distancing. Sedang terus kita kaji bagaimana strategi lainnya sehingga kesehatan pelajar kita dapat terjaga dengan baik, ujarnya.

Sementara meski PSBB usai diberlakukan, namun Sawahlunto akan tetap mempertahankan operasi pos perbatasan jalur masuk keluar orang dan barang. Kebijakan ini untuk tetap memeriksa orang dan barang yang dating dari luar Sawahlunto .

baca juga: Ada 42 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 13 Agustus, Sampel dari 7 Kabupaten dan Kota

"Alhamdulillah, untuk kita yang di dalam Sawahlunto saat ini kan sudah tidak ada yang positif Covid (karena 1 warga yang positif sebelumnya sudah dirujuk ke Padang). Sehingga resiko COVID-19 bagi Sawahlunto berasal dari orang luar Sawahlunto . Inilah yang membuat kita tetap melanjutkan mengaktifkan pengawasan dan pemeriksaan di pos perbatasan," tuturnya.

Editor: Muhammad Haikal