Kasus Suap Perkara Mahkamah Agung, KPK Periksa Seorang IRT

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dijadwalkan memeriksa Amria Bambang Rachmadi selaku ibu rumah tangga terkait kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

Amria akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. Hiendra pun hingga kini masih menjadi buronan KPK .

baca juga: 2020 Kecelakaan Lalulintas di Padang Pariaman Masih Tinggi, Polisi Catat 349 orang Jadi Korban

"Kami periksa Amria Bambang Rachmadi dalam kapasitas saksi untuk tersangka HSO (Hiendra Soenjot)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dikonfirmasi, Kamis (18/6/2020).

Selain Amria, penyidik turut memanggil dua karyawan swasta Heri Purwanto dan Rayi Dhinar. Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra.

baca juga: 142 Ribu Lebih Napi akan Terima Remisi Kemerdekaan Pada 17 Agustus

Untuk diketahui, selain Hiendra, KPK turut menetapkan eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono sebagai tersangka.

Nurhadi dan Rezky sempat pula menjadi buronan KPK . Namun, pelariannya terhenti setelah ditangkap penyidik antirasuah di rumah bilangan Simprug, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2020) malam.

baca juga: Diberi Bintang Tanda Jasa, Fahri Hamzah: Saya Akan Terus Mengkritik

Dalam penangkapan Nurhadi dan Rezky. Turut pula dibawa istri Nurhadi, Tin Zuraida ketika itu, untuk dimintai keterangan oleh penyidik KPK .

Nurhadi, Rezky serta Hiendra telah ditetapkan buron oleh KPK sejak 13 Februari 2020, dalam perkara suap dan gratifikasi sejumlah perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

baca juga: Syarat Pilkada, Legislator Usul Anggota Parlemen Tidak Perlu Mundur

Mereka diduga telah menerima suap dan gratifikasi mencapai total Rp 46 miliar.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri