Mendes PDTT Lepas 7480 Mahasiswa KKN UNP Secara Virtual

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melepas 7480 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) di desa/nagari masing-masing.

Mendes PDTT berharap mahasiswa KKN mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait COVID-19.

baca juga: Kapan Mahasiswa Bisa Kuliah Ke Kampus Lagi? Ini Penjelasan Kemendikbud

"Selain itu, untuk meningkatkan pertumbuhan desa, pemberdayaan dan penguatan ekonomi sebagai kuncinya. Mahasiswa diharapkan bisa menggerakkan dek ini," ujarnya saat Videoconfrens (vidcon) melepas mahal KKN UNP, Senin, 23 Juni 2020.

Iskandar juga berharap universitas bisa mengoptimalkan kegiatan kampus untuk desa. Hal ini dapat dibangun melalui komunikasi yang baik dengan aparat desa. Sehingga dapat diperoleh pemahaman apa yang sedang dibutuhkan oleh desa. Dianjurkan dapat membuat model komunikasi yang dapat dipahami oleh mahasiswa, pembimbing KKN , dan masyakarat desa.

baca juga: Gunakan Dana SBSN, Ini Pesan Wamenag Saat Tinjau Proyek Pembangunan Kampus III UIN Imam Bonjol

Iskandar jminta agar dana desa yang telah dianggarkan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pada tahun 2021 nanti sebanyak 90 persen dana yang telah dianggarkan oleh desa dapat dialokasikan secara langsung dan dirasakan oleh masyarakat melalui APBD (desa)

"Dalam penggunaan dana yang harus diperhatikan adalah pemerataannya. Dana desa harus difokuskan untuk kepentingan internal dengan basis kerjasama antar desa. Dana yang dialokasikan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat desa bukan semata-mata kepentingan aparat desa," katanya.

baca juga: IMPPLISBA Gelar Mubes Pemilihan Ketua Bhakti 2020-2022 di Pessel

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengucapkan selamat pada 7488 mahasiswa UNP untuk melaksanakan KKN di daerahnya masing-masing, yang mana sebanyak 173 kabupaten/kota tersebar di Sumbar.

" KKN di kampung masing-masing agar tidak memberatkan mahasiswa dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini.Berikan yang terbaik untuk kampung halaman, tunjukan bahwa anda mampu. Tetap jaga protokol kesehatan, pakai masker, anjurkan masyarakat di sana untuk patuih protokol kesehatan," pesan Irwan Prayitno.

baca juga: Pusat Studi Hukum Konstitusi UII Daftarkan Gugatan Pengujian Revisi UU MK, Ini Dasarnya

Dia menjelaskan, program KKN sempat terhenti selama 20 tahun, kemudian mulai dibuka kembali pelaksanaannya pada angkatan 2017. Peserta yang akan menjalankan KKN akan dilakukan penyebaran berbasis pada tempat tinggal masing-masing mahasiswa yang tersebar kabupaten kota di Provinsi Sumatra Barat.

"Harapan saya para mahasiswa bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyebaran wabah COVID-19," harapnya.

Menurut Irwan, masih banyak masyarakat belum sadar akan bahayanya COVID-19. Jadikan KKN UNP ini menjadi contoh bagi Universitas lainnya.

"Selamat jalam ananda, semoga sukses. Jaga nama baik UNP dan menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin, kejujuran dan bertanggung jawab," tukasnya.

Ditempat yang berbeda Rektor UNP Ganefri juga menyebutkan bahwa KKN UNP tahun 2020 ini akan dilaksanakan berbasis tempat tinggal atau berdomisili selama libur, guna memberikan Sosialisasi dan edukasi terkait COVID-19.

"Adapun 4 (empat) kegiatan utama yang akan dilaksanakan selama KKN berjalan. Pertama sosialisasi dan edukasi

Kegiatan ini meliputi digitalisasi pembelajaran bagi siswa sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Kemudian kegiatan lainnya yaitu pengadaan sosialisasi dan edukasi terkait COVID-19," jelasnya.

Dilanjutkan Genefri, kegiatan selanjutnya pemetaan yang meliputi pemetan mobilitas penduduk dan penyebaran wilayah COVID-19. Kemudian pembuatan disinfectant. Selanjutnya kegiatan membantu dalam proses penguatan ekonomi masyarakat

"Siapapun yang terlibat dalam program ini diharapkan mahasiswa memberikan kesan baik dan tulus serta aman dan dapat dipercaya," tutupnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir