Pasien Positif COVID-19 di Solsel Jalani Isolasi Mandiri di Rumahnya

Jubir Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Solsel Novirman bersama tim, di Pauh duo.
Jubir Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Solsel Novirman bersama tim, di Pauh duo. (ist)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Solok Selatan ( Solsel ) menyebut, dua warga Pauh Duo yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Tadi setelah bernegosiasi, Pak Plt Bupati menyampaikan warga kita ini akan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Solsel Novirman.

baca juga: Besok Siswa Di Solsel Mulai Sekolah Tatap Muka, Ini Ketentuannya

Izin isolasi mandiri diberikan karena yang bersangkutan berjanji akan mematuhi protokol kesehatan dan bersedia membuat pernyataan.

"Selagi bisa mematuhi protokol kesehatan, dan tidak akan membuat orang lain terpapar, maka diizinkan isolasi mandiri," katanya.

baca juga: Pilkada Solsel, Paslon Tidak Bisa Dihubungi Tim Pemenangan Jon Matias-Jufrial Mundur

Namun imbuhnya, dalam perjalanan waktu jika pasien ini tidak mematuhi protokol kesehatan sebelum dinyatakan sembuh, maka tempat isolasi dipindah ke Balai Diklat di kawasan Padang Besi Kota Padang.

"Jika tidak patuh terhadap protokol keselamatan COVID-19, artinya jika bisa membahayakan, atau membuat orang lain terpapar, tentu tindakan tegas diperlukan," katanya.

baca juga: Pilkada Solsel, Jon Matias-Jufrial Yakin Bisa Lolos dari Jalur Perseorangan

Dia menambahkan, kebutuhan sembako warga positif COVID-19 selama menjalani isolasi mandiri di rumahnya tersebut ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solsel .

"Soal sembako tadi juga disampaikan Pak Plt Bupati, ditanggung oleh pemkab dan disalurkan melalui Dinas Sosial," katanya.

baca juga: KPU Solsel Tuntaskan Vermin Dukungan Perbaikan Pasangan Jon Matias-Jufrial

Dia membantah isu yang mengatakan ada perbedaan perlakuan isolasi antara pejabat dengan masyarakat biasa saat dinyatakan positif COVID-19.

"Tidak ada perbedaan perlakuan, intinya sanggup atau tidak mematuhi protokol kesehatan, kalau sanggup silahkan isolasi mandiri, kalau tidak sanggup tentu kita kirim ke tempat isolasi yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi