Libur Sekolah, Anak-anak di Daerah Ini Bantu Warga dengan Menjadi Joki Rakit

Begini mereka saat menjadi joki rakit
Begini mereka saat menjadi joki rakit (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Sejak ada perbaikan jembatan, sejumlah siswa atau anak-anak di Kampung Ganting Kubang, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat memiliki kesibukan sendiri dalam mengisi libur sekolah. Selain bermain di luar rumah, mereka juga dapat meraup uang jajan dengan menjadi joki rakit.

Sesuai masa kelender sekolah, setelah libur panjang masa tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020. Setelah sebelumnya, mereka melalui libur sekolah dengan belajar di rumah akibat penyebaran pandemi COVID-19.

baca juga: Kasus Covid-19 di Padang Meningkat, Satpo PP Turun ke Jalan

Pengamatan KLIKPOSITIF , kondisi ini hampir terpantau sejak jembatan diperbaikan, anak-anak di kampung ini lebih banyak bermain di sekitar lokasi proyek. Beraktivitas dengan menjadi joki rakit, mereka dapat membatu warga yang ingin menyebarangi sungai dengan menggunakan rakit.

Dari papan proyek, pengerjaan telah dilaksanakan sejak 12 Mei 2020 dengan lama 120 hari kelender. Dan untuk mempermudah transportasi warga kontraktor menyediakan rakit bambu.

baca juga: 2020 Kecelakaan Lalulintas di Padang Pariaman Masih Tinggi, Polisi Catat 349 orang Jadi Korban

Dengan rakit bambu sepanjang 3 meter lebih itulah, mereka bisa beraktivitas diluar dengan hal yang bermanfaat, yakni dengan membantu warga menyebarangi sungai menjadi joki rakit.

"Ya, daripada bermain tidak jelas. Lebih baik kami di sini, sambil menolong orang (menjadi joki rakit)," ujar Rezan (14) salah seorang siswa SMP yang ditemui KLIKPOSITIF saat menjadi joki rakit di kampung setempat.

baca juga: 142 Ribu Lebih Napi akan Terima Remisi Kemerdekaan Pada 17 Agustus

Melihat kesibukan anak-anak ini, tampak membuat suasana pengerjaan jembatan menjadi ramai. Namun, akses transportasi warga di kampung dapat terbantu dengan mudah. Karena, tidak perlu repot mengemudikan rakit dengan sendiri.

Anak-anak setempat bercerita, saat menjadi joki rakit mereka mengaku cukup senang dan menikmati. Apalagi, dengan membantu warga mereka mendapat, uang jajan lebih dari jasa yang mereka lakukan.

baca juga: Pemda Pariaman Kembali Kibarkan Bendera dan Upacara HUT RI di Dalam Laut

Menurut mereka, dalam sehari perorang mereka bisa mendapat uang dari Rp30 ribu perorang. Karena, memang mereka rutin melakukan itu secara bergantian dengan teman-temannya.

"Lebih Rp 30 ribu juga, tapi kami bergantian," terangnya.

Terpisah menyikapi kondisi perbaikan jembatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum ( Pessel ), Era Sukma Munaf mengakui, saat ini pihaknya tidak bisa meminta alternatif lain kepada kontraktor, selain rakit bambu tersebut.

"Karena yang kita rehab adalah jembatan gantung, bukan jembatan permanen, kalau kita buat lagi jembatan darurat, ya hampir sama biaya dengan membuat jembatan gantung," terangnya.

Ia berharap, setelah adanya perbaikan jembatan ini, masyarakat sempat terkendala transportasi untuk dapat mengunakan alternatif lain. Apalagi, di selain jembatan yang diperbaiki masih ada jalan alternatif yang bisa ditempu warga.

"Dan kita minta masyarakat bisa memaklumi serta bersabar sampai masa pelaksanaanya, rampung," tutupnya.

Pantauan KLIKPOSITIF , meski harus memanfaatkan rakit bambu, warga setempat cukup memaklumi transportasi mereka. Warga yang dapat memanfaatkan rakit itu, terlihat merasa terbantu dengan kehadiran anak-anak itu.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri