Pencuri Ternak dengan Senjata Api Rakitan Dibekuk Satreskrim Polres Solsel

Pelaku pencuri ternak sedang dimintai keterangan disaksikan Kanit buser Ipda Budi Saputra dan Kanit Tipiter Bripka Tomi Yudha T
Pelaku pencuri ternak sedang dimintai keterangan disaksikan Kanit buser Ipda Budi Saputra dan Kanit Tipiter Bripka Tomi Yudha T (Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Berakhir sudah petualangan duo kakak beradik HBI (32) dan MFA (19) pemburu babi yang diduga juga merupakan pencuri ternak dengan menggunakan senjata api rakitan.

Kapolres Solok Selatan ( Solsel ) AKBP Tedy Purnanto didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Solok Selatan Iptu Muhammad Arvi mengungkapkan kedua pelaku dugaan pencuri ternak tersebut dibekuk dirumahnya masing-masing pada Jum'at 26 juni 2020.

baca juga: Jaga Lingkungan, TNI Gotong Royong Bersama di SMK 1 Koto Baru

"Kedua pelaku diduga sebagai otak pencurian ternak dengan menggunakan senjata api rakitan di wilayah hukum Polsek Sangir Jujuan," Kata AKBP Tedy Purnanto.

Kasatreskrim Polres Solsel Iptu Muhammad Arvi menambahkan penangkapan pelaku berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/ 10/ V/2020 - SPKT Polsek Jujuan, pada Hari Senin tanggal 11 Mei 2020.

baca juga: Sutan Riska Harapkan Peranan Media Memberi Warna Baru Untuk Dharmasraya

Setelah melakukan penyelidikan kejadian tim Opsnal mendapat Informasi bahwa tersangka sedang berada di kantor Wali Dusun tengah untuk mengambil bantuan langsung tunai (BLT).

Selanjutnya Tim Opsnal yang di pimpin oleh IPDA BUDI SAPUTRA, SH bergerak mengejar dan mengamankan Tersangka HBI Panggilan. Yudi alias Iyun yang sedang berada di salah satu rumah warga.

baca juga: Berawal dari Jalan Kebun Kopi, Puncak BRJ Jadi Destinasi Wisata dan Kuliner di Solsel

"Dari pengakuan tersangka Iyun ini, perbuatan tersebut dilakukan bersama-sama dengan adik kandungnya MFA panggilan Aciek, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah tersangka." kata Iptu M. Arvi.

"Disini tim opsnal menyita barang bukti berupa Senjata api rakitan dan sebilah pisau yg digunakan untuk memotong sapi, kedua alat tersebut disimpan didalam kamar tersangka HBI," jelasnya.

baca juga: Tidak Terawat, UMSB Rencana Bangun Replika Markas Syafruddin Prawiranegara di Koto Tinggi Limapuluh Kota

Kedua pelaku disangkakan pasal 363 KUHP dengan tuntutan minimal tujuh tahun penjara.

Korban pencurian ternak ini, kata Muhammad arvi atas nama Suyadi seorang petani di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Kasatreskrim berpesan Kepada pemilik ternak dharapkan untuk menjaga ternak dengan baik termasuk mengunci pintu Kandang di malam hari.

"Kepada Pelaku kejahatan pikir ulang sebelum berbuat, tidak ada kejahatan yang sempurna, karena akan kami temukan dimanapun bersembunyi," tegasnya.

Sementara itu Tersangka HBI (32) menceritakan perbuatan tersebut dilakukan karena terdesak biaya untuk keperluan pernikahan adiknya MFA (19), yang mana istri yang dinikahi tersebut saat ini tengah hamil.

"Waktu itu aciak mau menikah biaya tidak ada, babi yang diburu juga tidak dapat, karena melihat ada sapi akhirnya sapi tersebut saya tembak," katanya.

Kasatreskrim melanjutkan setelah sapi tersebut ditembak isi perutnya dibuang, kemudian sapi dicincang dan dimasukkan ke karung.

"Daging sapi ini kami jual ke daerah Kerinci dengan cara mengecer setiap kilonya. Kalau ada ibu-ibu yang kami temui, kami tawarkan daging sapi itu" jelasnya

Hasil dari penjualan sapi tersebut katanya, diperoleh uang sebanyak empat setengah juta rupiah.

"Uang ini sebagian untuk biaya pernikahan aciak sebagian lagi saya belikan sepeda motor," jelasnya.

HBI melanjutkan, dibanding harga penjualan daging babi yang hanya seribu rupiah per kilogram harga daging sapi ini lebih banyak dan menggiurkan.

Sehingga timbul niat pelaku untuk mengulangi perbuatannya, kali ini bukan hanya mereka dua beradik tetapi juga mengajak RK dan IH yang tak lain anak tirinya. RK dan IH sekarang Masuk Daftar pencarian orang (DPO) Polres Solsel .

"Waktu mengajak RK dan IH, kami berempat mengambil dua ekor sapi, baru ditembak dan dikeluarkan isi perutnya, tetapi diketahui warga," katanya.

Melihat ada warga, empat orang ini melarikan diri dan meninggalkan sapi tersebut termasuk sepeda motor yang mereka gunakan.

"Dak talok diamuak warga makonyo kami lari (tidak sanggup diamuk warga makanya kami lari )," ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Kini kedua pelaku mendekam dibalik jeruji besi, menahan rindu terhadap anak dan istrinya, meninggalkan istrinya yang sedang hamil dalam waktu yang lama. (Kaka)

Penulis: Kamisrial | Editor: Eko Fajri