Ketua DPRD Sumbar Ikut Tinjau Jalan Rusak di Lareh Sago Halaban

Ketua DPRD Sumbar Supardi saat wawancara di SKB Payakumbuh
Ketua DPRD Sumbar Supardi saat wawancara di SKB Payakumbuh (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Pasca dikunjungi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, jalan rusak Payakumbuh-Lintau juga dikunjungi oleh Ketua DPRD Sumbar . Hal ini dilakukannya pada Senin 29 Juni 2020 kemarin dalam reses yang dilakukannya ke Payakumbuh dan Lima Puluh Kota .

Supardi saat dihubungi mengatakan pihaknya telah menganggarkan perbaikan jalan tersebut. Namun karena ada refocussing anggaran yang diakibatkan COVID-19 maka anggaran tersebut dipotong.

baca juga: Hasil Pengawasan Coklit Bawaslu Lima Puluh Kota, Ratusan Pemilih Pemula Tak Terdaftar di Daftar Pemilih

"Namun kami akan tetap memperjuangkan anggaran ini untuk tahun depan. Saat kunjungan kemarin kami telah meminta camat dan wali nagari untuk mengundang perusahaan tambang yang ada secara persuasif," kata Supardi.

Ia menjelaskan keberadaan perusahaan tambang ini secara aturan diakui. Sehingga diharapkan adanya pertemuan antara camat, wali nagari, dan perusahaan tambang dengan bijak.

baca juga: Berbeda Dari Tahun Lalu, Begini Susunan Upacara 17 Agustus Pemkab Pessel Tahun Ini

"Sebetulnya kita juga tidak bisa tidak adil karena retribusi diterima oleh kabupaten. Sementara tanggung jawab kewenangan perbaikan jalan ke provinsi karena memang jalan provinsi. Tapi tentu tidak bisa melihat seperti itu dan kita akan memperbaiki jalan ini karena memang kewajiban," ujarnya.

Terlepas kondisi yang terjadi saat ini, ia menegaskan kepada perusahaan tambang untuk mematuhi aturan sesuai tonase yang diperintahkan. Ia berharap tidak ada perusahaan yang membandel dan keluar dari aturan yang telah ada.

baca juga: Belum Jelas Kapan Bukittinggi Akan Memulai Sekolah Tatap Muka

"Kalau masih bandel maka ijinnya akan dicabut," ujarnya menjawab pertanyaan media saat sosialisasi di SKB yang terletak di Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Timur.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani