Pemko: 40 Persen Lansia di Pariaman Masih Produktif, Bergerak Dibidang Kerajinan Tangan

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/ Rahesa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Di Kota Pariaman , Sumatera Barat (Sumbar), ada sebanyak 3000 orang lansia . Dari jumlah lansia itu, persentase produktif sebanyak 40 persen.

Perihal itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pariaman , Nazifah.

baca juga: Trafick Light Mati, Dishub Padang: Kabelnya Dicuri Lagi

"Ada sebanyak 3.000 orang lansia di Pariaman dengan persentase produktif sebanyak 40 persen," ungkap Nazifah, Kamis 2 Juli 2020.

Nah mereka itu, katanya lagi, diperdayakan dengan program Model Pengelolaan Lansia Responsif Gender Sehat Sentosa atau (Manula Regehasa).

baca juga: Ini Hasil Swab 111 Orang Warga Pasbar yang Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, 220 Lagi Masih Ditunggu

"Dengan Regehasa itu, baik lansia pria atau perempuan diperdayakan. Hingga saat ini program tersebut masih berjalan," sebut Nazifah.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Pariaman Lucy Genius mengatakan, selain program dari pihak perempuan dan anak, pihaknya juga punya program untuk para pengrajin.

baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual di Pariaman Ditangkap Polisi

"Untuk membina para lansia yang menekuni kerajinan, kami punya program. Rata-rata hampir semua diantara mereka ikut program kami," ungkap Lucu Genius, Kamis 2 Juli 2020.

Lebih lanjut Ketua Dewan Kerajinan itu mengatakan, meskipun saat ini pandemi COVID-19 para pengrajin tetap mengerjakan kerajinan. "Mereka tetap produktif meski hanya di rumah saja," sebut Lucy.

baca juga: Rupiah Diprediksi Bakal Melemah

Pihaknya tetap mewadahi para lansia yang masih ingin berkarya. Tak hanya untuk produksi pihaknya juga membantu dalam pemasaran produk.

"Mulai dari proses produksi dan penyediaan bahan sampai pemasaran kami bantu. Ini juga bekerjasama dengan pihak pemerintahan kota Pariaman , terkait," sebut Lucy.

Sementara itu, Kadis Perindagkop dan UKM kota Pariaman , Gusniyeti Zaunit menjelaskan perihal itu juga.

"Benar, karya dari para pengrajin itu kita pasarkan baik secara langsung maupun online. Saat pandemi ini kita upayakan pemasaran online," ungkap Gusniyeti Zaunit.

Dia juga mengatakan, hingga saat ini telah banyak hasil karya pengrajin yang telah dipasarkan.

"Contohnya berupa karya sulaman. Itu telah menembus pasar di Malaysia dan Singapura. Untuk harga mencari 1 juta rupiah, tergantung kesulitan dari karya sulaman," sebut Gusniyeti.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri