Wirfha Tanjung, Setahun Hanya Bisa Berbaring di Ranjang Berjuang Melawan Penyakit Hingga Anak Putus Sekolah

Wirfha Tanjung saat dikunjungi Masriwal di Kediamannya di Sungai Nanam Solok
Wirfha Tanjung saat dikunjungi Masriwal di Kediamannya di Sungai Nanam Solok (Ist)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Nyaris setahun sudah Wirfha Tanjung hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya. Penyakit asam urat akut, jantung hingga asam lambung menggerogoti tubuhnya. Pria 45 tahun itu tak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarganya.

Sebelum jatuh sakit, pria yang akrab disapa Iwin Garim itu masih kuat bekerja dan mengajar mengaji di daerah Sapan, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok .

baca juga: Kontak Erat Dengan Pasien Positif Kluster Bank Nagari, 24 Warga Sutera Pessel Dikarantina

Namun, sejak sakit, perannya terpaksa digantikan oleh sang Istri, Yusmalina (40) bersama dua anaknya, Nurfah Liza dan Wilfa Rahman. Istri dan anak-anaknya harus bekerja sebagai buruh tani di ladang milik orang lain.

Bahkan anak sulungnya, Nurfah Liza (17), terpaksa harus mengubur mimpinya untuk terus bersekolah. Nurfah Liza lebih memilih untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

baca juga: Gusmal Daftarkan Diri ke Poros Baru, Representasi Solok Raya?

Dari bekerja di ladang orang, hasil yang di peroleh Yusmalina dan kedua anaknya tidak seberapa, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Yusmalina masih kesusahan untuk biaya berobat suaminya.

"Anak sulung saya terpaksa berhenti sekolah karena sudah tidak ada lagi biaya, harusnya tanggungjawab ini saya yang pikul, saya sangat sedih," ungkap Wirfha Tanjung.

baca juga: Bukan Kelinci Percobaan, Pakar Sebut Ini Manfaat Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia

Tak ada risau yang paling dicemaskan Wirfha selain nasib kedua anaknya. Anak bungsunya juga baru tamat SLTP dan berniat untuk tetap bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara kondisi keluarganya tengah kesusahan.

Sebetulnya, besar keinginan Wirfha untuk segera sembuh, namun karena keterbatasan biaya dirinya hanya berobat ala kadarnya dan memilih untuk tetap dirawat di rumah saja. Malangnya, Wirfha juga belum terdaftar dalam program BPJS .

baca juga: 519 CPNS di Pasaman Barat Akan Jalani Tes SKB, Ini Jadwalnya

"Beliau ingin sekali berobat ke dokter dan cepat sembuh, namun terkendala biaya, apalagi beliau juga tidak punya BPJS ," terang sahabatnya, Masriwal saat berkunjung ke kediaman Wirfha, Kamis (2/7/2020).

Menurut Masriwal, Wirfa sangat butuh uluran tangan dermawan agar bisa berobat dan sembuh, sehingga bisa kembali menjadi tulang punggung keluarganya. Anak-anaknya tetap bisa terus bersekolah.

"Kami mengetuk hati kaum dermawan yang memiliki kelebihan reski untuk membantu meringankan beban keluarganya sahabat kita ini, kalau punya waktu silahkan berkunjung langsung," bebernya lirih melihat kondisi sahabatnya tersebut.

Bantuan berupa donasi untuk biaya berobat Wirfa juga bisa disalurkan melalui rekening BRI dengan nomor 0091 01 0013 74530 atas nama Masriwal. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada Wirfha Tanjung dan keluarganya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Eko Fajri