JPP Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Kekerasan Seksual di Mentawai

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Jaringan Peduli Perempuan (JPP) mendesak penegak hukum (polisi dan kejaksaan) untuk mengusut tuntas kasus kekerasan seksual yang dialami KL (14).

Seperti diberitakan, KL merupakan korban kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh RP (46), oknum pemuka agama di Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 28 Juni 2020.

baca juga: Guncangan Gempa Magnitudo 4,7 Tak Dirasakan Warga Mentawai

Rahmi Meri Yanti dari Nurani Perempuan menjelaskan, KL meninggal saat dirawat di RSUD Mentawai usai menenggak racun roundup pada 10 Juni lalu. Diduga KL depresi usai kasus kekerasan seksual yang menimpanya terungkap 29 Mei.

Dari penyelidikan Satreskrim Polres Mentawai , KL telah mengalami kekerasan seksual atau perkosaan berulang yang dilakukan RP sejak Januari 2020. RP kini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mapolres Mentawai .

baca juga: Patroli Ilegal Fishing di Kepulauan Mentawai Perlu Ditingkatkan

"Kasus kekerasan seksual terhadap KL bukanlah yang pertama di Mentawai ," ujar Rahmi dari rilis yang diterima KLIKPOSITIF .

Berdasarkan data yang dikumpulkan Jaringan Peduli Perempuan sejak tahun 2003-2020, sudah terjadi 39 kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak-anak. Bahkan dalam 6 bulan terakhir sudah terjadi empat kasus kekerasan seksual dengan pelaku oknum kepala desa, oknum pemuka agama dan warga.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

JPP juga meminta Polda Sumatera Barat untuk memberikan asistensi untuk penuntasan semua kasus kekerasan seksual di Kabupaten Kepulauan Mentawai . (*)

Editor: Pundi F Akbar