Permohonan Penangguhan Penahanan Tak Digubris Hingga Meninggal, Tim PH Lehar Adukan Dua Penyidik Polda Sumbar ke Divpropam Polri

Salah Seorang Penasehat Hukum Lehar, Jonathan Nababan
Salah Seorang Penasehat Hukum Lehar, Jonathan Nababan (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tim Penasehat Hukum tersangka dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen tanah Lehar (84), surati Divisi Propam Mabes Polri. Dalam surat tersebut Tim Penasehat Hukum Lehar mengadukan dua penyidik Ditreskrimum Polda Sumbar .

Salah seorang Penasehat Hukum Lehar, Jonathan Nababan membenarkan terkait surat pengaduan tersebut, hal itu merupakan hasil koordinasi dengan Tim Penasehat Hukum Lehar yang lain di Jakarta. Menurutnya, surat pengaduan tersebut, merupakan sebuah upaya untuk mencari keadilan.

baca juga: Ambil Layang-layang Putus di Rumah Warga, Tukang Parkir Tersengat Listrik di Simpang Alai Padang

"Kita sudah mengupayakan untuk mencari keadilan, untuk membela hak-hak kepentingan hukum klien kami," katanya kepada KLIKPOSITIF di Padang, Jumat (3/6/2020).

Jonathan menambahkan, Tim Penasehat Hukum Lehar mengadukan, bahwa ketika penyidik hendak melakukan penahanan terhadap kliennya, telah mengajukan penangguhan permohonan agar tidak ditahan dengan alasan sudah lanjut usia dan sudah sakit-sakitan.

baca juga: Nelayan Temukan Sesosok Mayat 1,5 Mil dari Bibir Pantai di Padang

Begitu juga setelah dilakukan penahanan, Tim Penasehat Hukum kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan/pengalihan penahanan dan pengajuan untuk dibantarkan, namun permohonan tersebut tidak digubris oleh penyidik.

"Malahan penyidik semakin mempersulit tim penasehat hukum untuk bertemu dengan tersangka Lehar, serta ketika tersangka Lehar dipindahkan dari Rumah Tahanan Polda Sumbar ke Rumah Tahanan Polsek Padang Barat, tim penasehat hukum tidak diberi tahu," ujar Jonathan.

baca juga: Satu Lagi Bocah yang Terpeleset di Batang Anai Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

"Untuk itu, kami meminta Kadiv Propam Mabes Polri berkenan untuk menerima pengaduan kami, serta melakukan pemeriksaan dan menjatuhkan sanksi terhadap dua orang penyidik di Ditreskrimum Polda Sumbar yang kami adukan," sambungnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pihaknya mempersilakan Tim Penasehat Hukum tersangka Lehar mengadukan penyidik ke Divisi Propam Mabes Polri.

baca juga: Personel Satlantas Polresta Padang Bekuk Dua Penjambret di Padang Baru

Menurut Satake, hal tersebut merupakan hak seseorang, namun ia menegaskan pihaknya sudah bekerja sesuai aturan standar operasional prosedur (SOP).

"Kalau mau melaporkan tidak apa-apa, itu haknya. Kalau masyarakat merasa, tapi satu sisi kami sudah ada standar operasional prosedur dan aturan," katanya.

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, Lehar meninggal pada Kamis (2/7/2020) sekira pukul 22.10 WIB. Tersangka Lehar dirawat sejak 30 Juni 2020 lalu di RSUP M. Djamil Padang karena akan menjalani operasi tumor pada rahang sebelah kanan.

Kemudian, sekira pukul 08.00 WIB, penyidik melakukan koordinasi dengan dokter untuk persiapan operasi dan dilakukan cek darah terhadap Lehar. Kemudian, sambil menunggu hasil dari laboratorium dan sekira pukul 22.10 WIB pihak keluarga yang mendampinginya mengabarkan bahwa Lehar sudah meninggal dunia.

Editor: Muhammad Haikal