PKB: Terlihat Pemerintah Gagap Tangani COVID-19

Jokowi saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara tanggal 18 Juni 2020
Jokowi saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara tanggal 18 Juni 2020 (Net)

KLIKPOSITIF - Momen Presiden Joko Widodo atau Jokowi meluapkan kekesalan di depan menteri-menterinya yang dianggap tidak becus tangani pandemi virus Corona (Covid-19) masih menjadi pembahasan menarik.

Salah satunya yang dinilai oleh politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq melihat kemarahan Jokowi sebagai bentuk kegagapan pemerintah menangani sebuah pandemi.

baca juga: Bukan Kelinci Percobaan, Pakar Sebut Ini Manfaat Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia

Maman melihat dari gesturnya, kemarahan Jokowi memang sudah memuncak. Kemarahan itu bercampur dengan kekecewaan melihat anak buahnya lamban menangani pandemi.

"Di sini terlihat pemerintah kita gagap, tidak hanya Indonesia sebenarnya, termasuk Amerika Serikat," kata Maman dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (4/7/2020).

baca juga: Kementerian Koperasi dan UKM Janjikan Insentif UMKM Rp2,4 Juta, Cair Bulan Ini

Setidaknya ada tiga hal penyebab lambannya penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Salah satunya ialah karena validasi data.

Dari hasil sejumlah pertemuan DPR dengan beberapa kementerian, ditemukan betapa kacaunya validasi data yang dilakukan pemerintah. Kekacauan validasi data itu juga berpengaruh kepada penyaluran bantuan sosial (bansos) yang semrawut.

baca juga: Pemko Padang Klaim Telah Putus Penyebaran COVID-19 di Klaster Pasar Raya Padang

"Apalagi dalam istilah saya, hari ini ada miskin baru. Validasi data ini yang membuat pak Jokowi juga, kenapa, gelontoran uang bantuan tidak menyentuh secara keseluruhan," ujarnya.

Kemudian Maman juga melihat faktor lainnya yakni soal kooridnasi dan komunikasi. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dianggapnya sangat gugup dalam hal komunikasi.

baca juga: Jokowi Buka Masker Saat Ratas, Epidemiolog: Istana Harusnya Lebih Bijak

Sampai akhirnya DPR mengusulkan sosok juru bicara khusus berbicara soal penanganan Covid-19.

"Yang terjadi ini yang menjadi masalah bagi kita soal koordinasi dan komunikasi ini yang ditegaskan kembali oleh Jokowi, visi misi semua," pungkasnya.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri