Kunjungi Rumah Warga Penderita Gangguan Jiwa, Pejabat Lima Puluh Kota Janjikan Hal Ini

Wakil Bupati Ferizal Ridwan (kanan) dan Ketua DPRD LIma Puluh Kota Deni Asra bersama ES
Wakil Bupati Ferizal Ridwan (kanan) dan Ketua DPRD LIma Puluh Kota Deni Asra bersama ES (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF - Malang sungguh nasib gadis kelahiran 1984 dengan nama ES (36 tahun). Pasalnya, pasca pulang dari merantau dan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia, ia harus mengasingkan diri dalam sebuah kamar di rumahnya yang terletak di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Hal ini diketahui saat kunjungan Wakil Bupati Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra beberapa waktu lalu. Ferizal Ridwan mengatakan dirinya bersama Deni Asra baru mengetahui setelah adanya laporan dari salah seorang tetangga yang prihatin dengan nasib ES yang juga telah pernah merantau ke Batam tersebut.

baca juga: Kontak Erat Dengan Pasien Positif Kluster Bank Nagari, 24 Warga Sutera Pessel Dikarantina

"Kami mendapat laporan dari salah seorang warga yang merupakan tetangganya. Kemudian kami langsung ke lokasi dan melihat kondisi warga tersebut yang memang kondisinya seperti yang diinformasikan yaitu mengalami gangguan kejiwaan," kata Ferizal Ridwan didampingi Deni Asra.

Sementara itu, Kepala Jorong diderah itu menjelaskan, kondisi ES ini terjadi sejak satu belakangan. Menurutnya, ES sebelumnya bekerja di luar negeri yaitu di Malaysia dan juga pernah lama di Batam.

baca juga: 519 CPNS di Pasaman Barat Akan Jalani Tes SKB, Ini Jadwalnya

"Saat ini yang bersangkutan hanya berada di dalam kamarnya dan sering tidak berpakaian atau telanjang. Ia tinggal bersama orang tuanya M (72 tahun) yang tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi anak bungsu dari empat bersaudara tersebut," ujar I, Kepala Jorong.

ES sendiri merupakan empat bersaudara dan salah seorang kakak tertuanya perempuan kadang juga mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga untuk menangani kondisi ES, pihak keluarga terpaksa harus mengasingkannya dalam sebuah kamar yang berada di rumahnya

baca juga: Bandar Togel Online Dibekuk Tim Opsnal Polres Solok di Selayo

"Sejak mengalami gangguan kejiwaannya, ES dibiarkan saja di dalam kamarnya dan memang tidak dilakukan pemasungan atau diikat. Segala sesuatunya dilakukannya di dalam kamar tersebut, baik itu makan, buang air, tidur, dan hal lainnya sehingga kondisi kamar tersebut sangat berantakan dan kotor," katanya.

Secara terpisah, Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra mengatakan pihaknya bersama Pemkab siap memfasilitasi kalau keluarga ingin melakukan rehabilitasi. Namun untuk saat ini, ia menyarankan untuk melakukan perawatan di rumah dengan memberikan perhatian lebih agar dapat membantu kejiwaan Santi saat ini.

baca juga: Pemko Padang Klaim Telah Putus Penyebaran COVID-19 di Klaster Pasar Raya Padang

"Nanti kalau memang harus direhabilitasi, segera hubungi kami dan siap memfasilitasinya kalau diperlukan," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri