Alasan Keselamatan, Belajar Tatap Muka di Lima Puluh Kota Diundur

Kepala Dinas Pendidikan Lima Puluh Kota Indrawati Munir
Kepala Dinas Pendidikan Lima Puluh Kota Indrawati Munir (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Kabupaten Lima Puluh Kota rencanakan proses pembelajaran tatap muka dimulai tanggal 13 Juli 2020 mendatang. Namun mengingat keselamatan bersama, Kepala Dinas Pendidikan Lima Puluh Kota Indrawati Munir mengatakan proses belajar tatap muka tersebut kembali diundur.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mengatakan pelajar di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mulai kembali ke sekolah. Tetapi, Indrawati Munir menjelaskan bahwa kondisi daerah yang tidak memungkinkan sebagai akibat pandemi COVID-19 ini membuat rencana belajar mengajar tatap muka tersebut dibatalkan.

baca juga: Hasil Tracing di Guguak Tinggi, 16 Orang Diswab

"Untuk belajar tatap muka kita masih undur dan anak masih dirumahkan dengan belajar secara daring lewat materi yang telah disiapkan oleh guru," kata Indrawati saat mengikuti Video Conference bersama Gubernur Sumbar dan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak lebih penting saat ini dan proses belajar di rumah secara daring merupakan langkah atau keputusan yang tepat. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa belajar daring untuk tahun ajaran 2020/2021 telah dipersiapkan materi dan konsepnya yang disusun berdasarkan tema pembelajaran.

baca juga: Kontak Erat Dengan Pasien Positif Kluster Bank Nagari, 24 Warga Sutera Pessel Dikarantina

"Untuk materi pembelajaran, konsep dan polanya telah disiapkan oleh guru sehingga anak dapat belajar secara daring dari rumah. Kemudian untuk waktu dimulainya pembelajaran tatap muka, kami belum bisa memastikan dan masih menunggu waktu yang tepat," ujarnya.

Sementara itu, untuk guru sendiri diwajibkan untuk datang sekolah dan memberikan materi secara daring kepada anak. Ia berharap ke depannya perkembangan kondisi saat ini dapat lebih baik lagi dan proses belajar mengajar dapat dilakukan seperti biasa.

baca juga: Bukan Kelinci Percobaan, Pakar Sebut Ini Manfaat Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri