Booming Sepeda Sanki di Payakumbuh, Minions Rider Restorasi Sepeda Jadul Jadi Trendi

Minions Rider yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Minions Payakumbuh saat berfoto di Kawasan Sungai Batang Agam
Minions Rider yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Minions Payakumbuh saat berfoto di Kawasan Sungai Batang Agam (Abdi Rikki)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Deretan sepeda jenis sanki memiliki frame (batang) satu berjejar di salah satu sudut Kota Payakumbuh . Cuaca sejuk dengan terik matahari yang cukup redup menambah suasana rindang di Kota Payakumbuh yang dikenal dengan Kota Randang.

Satu per satu Minions Rider, sebutan bagi pesepeda minions yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Minions Payakumbuh mulai berdatangan. Salah satunya Ajie Pujien, salah seorang penggerak di Komunitas Sepeda Minions yang berdiri sejak April lalu.

baca juga: Tersedia di MPP Payakumbuh, Layanan Perpanjangan SIM Diminati Warga

Bersama dua orang rekannya, Yudha dan Ocky, ia mengatakan komunitas tersebut berdiri karena saat itu merasa gabut atau kondisi dimana sedang tidak memiliki kegiatan atau aktifitas tertentu. Sehingga akhirnya memutuskan untuk membuat sepeda minions dan mencari frame atau batang sepeda lama ke tempat loak dan barang rongsokan.

" Sepeda minions ini sendiri jenis sepeda mini yang berukuran kecil dan bannya berdiameter 20. Dulu saat di Jakarta pernah melihat dan mengetahui sepeda minions ini dan saat di kampung akhirnya Saya bersama Yudha dan Ocky memutuskan membuat sepeda minions ini dengan melihat referensi di Instagram," kata Ajie Pujien.

baca juga: Kontak Erat Dengan Pasien Positif Kluster Bank Nagari, 24 Warga Sutera Pessel Dikarantina

Jelang gowes berkeliling kota, ia menceritakan bahwa awalnya frame tersebut didapatkannya dengan harga cukup murah sekitar Rp50 ribu. Namun karena perkembangannya cukup pesat dan mulai dikenal maka harga frame sepeda jenis sanki ini telah dibanderol dengan harga ratusan ribu hingga jutaan.

"Sekarang framenya cukup sulit didapatkan, kalau pun ada di mafrket place, facebook, dan media sosial, itu harganya sudah tinggi dan barangnya di kampung-kampung juga susah. Kemudian untuk spare partnya juga harus menunggu karena stok pada habis di toko-toko sepeda yang ada," ujar Pujien yang berprofesi sebagai seniman di Ibukota Jakarta tersebut.

baca juga: Bukan Kelinci Percobaan, Pakar Sebut Ini Manfaat Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia

Terkait restorasi dan membangun sepeda minions, ia mengingatkan kepada minions rider atau yang akan membuatnya agar teliti dan berhati-hati dalam memilih frame sepedanya. Sebab dengan kondisi sepeda jadul sekitar tahun 1950-1970 an tersebut cukup rentan keropos dan kurang bagus.

"Kita harus hati-hati dalam mencari dan mendapatkan framenya. Perhatikan lengkungan atau bagian bawah batang sepedanya agar tidak keropos. Sebab pernah kejadian, salah seorang anggota komunitas mengalami patah frame saat gowes. Ini sangat fatal dan untuk keselamatan harus nomor satu," kata mantan gitaris Blitz Band yang berasal dari Payakumbuh .

baca juga: 519 CPNS di Pasaman Barat Akan Jalani Tes SKB, Ini Jadwalnya

Komunitas Minions Payakumbuh sendiri selain gowes di sekitaran Payakumbuh , juga melakukan perjalanan ke berbagai tempat wisata di Lima Puluh Kota seperti Lembah Harau dan Kapalo Banda Taram. Kemudian baru-baru ini dikatakannya telah gowes ke Bukittinggi dan bersilaturahim bersama kawan-kawan komunitas sepeda yang ada di Kota Wisata tersebut.

"Selain itu, kami di Komunitas Minions Payakumbuh juga berbagi ilmu dan informasi terkait sepeda minions ini, baik itu cara memilih rangka sepeda , spare part yang dibutuhkan, hingga berbagi terkait keselamatan bersepeda dan saling mengingatkan satu sama lain," katanya di Handzome Barber, salah satu basecamp Komunitas Minions Payakumbuh .

Menurutnya, Sepeda Minions ini sendiri telah muncul di Indonesia sekitar tahun 2018. Awalnya ada gerakan atau tagar #MenolakPunah yang digaungkan waktu itu oleh beberapa orang pesepada di Pulau Jawa. Hingga akhirnya tren sepeda minions ini berkembang pesat hingga ke Sumbar, khususnya ke Payakumbuh sebagai salah satu kota yang menjadi acuan bagi pesepeda yang ingin melakukan restorasi sepeda minions ini.

"Kami di Komunitas Minions Payakumbuh berharap euforia bersepeda ini tidak hanya sampai di sini dan saat Pandemi COVID-19 ini saja. Tapi tetap bertahan karena dengan bersepeda kita juga bisa berolahraga, beriwisata, dan melakukan kegiatan positif lainnya. Selain itu, bersepda juga dapat mengurangi polusi udara, apalagi di kota-kota besar," ujarnya bersama Yudha dan Ocky yang bekerja di sebuah Barber Shop di Kawasan Parak Batuang, Payakumbuh .

Untuk informasi terkait kegiatan Komunitas Sepeda Minions Payakumbuh dikatakannya dapat dilihat di akun instagram @minions.pyk. Di sana dijelaskannya, akan diberikan informasi terkait jadwal gowes beberapa kali seminggu dan perjalanan gowes jauh yang menurut rencana akan dilakukan ke Danau Singkarak.

"Kami sangat terbuka untuk siapapun, tidak hanya di Payakumbuh tapi juga kawan-kawan pesepeda lainnya di luar kota. Semua kegiatan dan informasi tentang komunitas kami bagikan di akun instagram @minions.pyk," katanya dan melanjutkan perjalannya berkeliling Kota Payakumbuh bersama Minions Rider lainnya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri