Masih Zona Kuning, Siswa di Bukittinggi Tetap Dirumahkan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi Melfi Abra
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi Melfi Abra (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota Bukittinggi masih belum mengizinkan siswa kembali ke sekolah untuk sistem pembelajaran tatap muka. Untuk sementara, proses belajar-mengajar tetap lewat daring dan belum diketahui kapan kembali normal seperti biasa.

Hal ini dikarenakan, Bukittinggi masih berada di zona kuning karena penularan COVID-19 terus terjadi. Kekinian, masih ada 1 pasien positif COVID-19 di kota wisata itu.

baca juga: Polsek Bukittinggi Ringkus Dua Pelaku Pungli di Terminal Aur Kuning, Ini Modusnya

" Sekolah di Bukittinggi akan dimulai kembali setelah kita kembali ke zona hijau sesuai dengan protokol COVID-19. Hasil rapat kemarin bersama Satgas dan Forkopimda memang demikian, setelah zona hijau," kata Melfi Abra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi , Kamis 9 Juli 2020.

Melfi mengatakan, hal ini sudah sesuai SK 4 Menteri yakni Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.

baca juga: Bukittinggi Tambah 1 Pasien Positif COVID-19, Total 21 Kasus

"Namun demikian, tahun ajaran 2020-2021 dimulai Juli 2020 dan tetap kita laksanakan belajar jarak jauh," katanya.

Melfi menyebut, sebetulnya sekolah -sekolah di Bukittinggi sudah siap dengan belajar tatap muka pada 13 Juli mendatang, namun karena ada kasus COVID-19, maka Bukittinggi kembali ke zona kuning.

baca juga: Satreskrim Polres Bukittinggi Ringkus Pelaku Parkir Liar di Pasar Aur Kuning

Bukittinggi mengkonfirmasi sebanyak 20 kasus corona sejak Maret 2020, 18 sembuh, 1 meninggal dunia dan 1 masih isolasi mandiri. Akhir Juni silam, Bukittinggi menambah 3 kasus sehingga sistem pembelajaran tatap muka otomatis dibatalkan.

Ada 35 ribu siswa di Bukittinggi , dan jika dipaksa siswa masuk sekolah di saat kasus positif corona terus mengancam, tentu adalah resiko yang sangat besar. Kekinian, WHO menyebut ada bukti virus corona menyebar lewat udara sehingga penularannya lebih cepat.

baca juga: Madrasah Boleh Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi