Kebakaran di Bukittinggi, Seorang Nenek Nyaris Jadi Korban

Suasana Pemadaman Api
Suasana Pemadaman Api (Hendra Pol PP Bukittinggi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Kebakaran terjadi di Bukik Sangkuik, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kota Bukittinggi , persisnya di RT 3 RW 4. Kebakaran terjadi pukul 09.50 WIB, Selasa 14 Juli 2020.

Akibatnya satu unit rumah jenis semi permanen berukuran 8x7 meter tersebut, beserta segala isinya hangus dimakan api. Saat kejadian, cuaca memang tengah panas dan angin berhembus cukup kencang sehingga api cepat menjalar sebelum bisa dikendalikan petugas Damkar.

baca juga: Polsek Bukittinggi Ringkus Dua Pelaku Pungli di Terminal Aur Kuning, Ini Modusnya

Ketua RT Asmar mengatakan, kejadian berawal dari pemilik rumah yang lupa mematikan kompor dan memicu terjadinya kebakaran .

"Pemilik rumah adalah nenek berusia 90 tahun, kebetulan ia sedang sendiri di rumah. Saat itu ia tengah memasak air, tapi lupa mematikan kompor,"katanya.

baca juga: Pengemudi Pajero yang Tabrakan di Eks Balai Kota Padang Oknum Perwira Polisi

Karena lupa, kemudian api membesar dan melahap bagian dapur dari rumah itu, sementara nenek berusia 90 tahun yang bernama Atisah itu, terperangkap di dalam karena susah berjalan.

"Kemudian, ada tukang galon yang lewat dan langsung melarikan nenek itu ke tempat aman, sekarang ia diungsikan ke tempat keluarganya karena masih shock,"katanya.

baca juga: Tak Ada Lockdown di Guguak Tinggi Agam, Masyarakat: Situasi Aman Saja

Sementara Kanit Binmas Polsek Bukittinggi Iptu Rosminarti mengatakan, akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai 100 juta. Menurutnya, pihak terkait akan berupaya memberi bantuan kepada korban terdampak.

"Api diduga berasal dari kompor gas 3 kilogram, tak ada korban jiwa maupun terluka akibat kejadian ini,"sebut Iptu Rosminarti.

baca juga: Terus Berlanjut, Agam Tambah 2 Kasus COVID-19 Hari Ini

Pantauan KLIKPOSITIF , rumah yang dihuni Atisah memang hangus dan tinggal kerangka saja. Tak ada barang yang berhasil diselamatkan.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani