SD di Pessel Kembali Daring, Wali Murid Sesalkan Kebijakan Pemkab

Hari pertama libur sekolah tatap muka, Siswa SD di Pessel masih tetap ke sekolah
Hari pertama libur sekolah tatap muka, Siswa SD di Pessel masih tetap ke sekolah (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)
PESSEL , KLIKPOSITIF

- Sejumlah wali murid setingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat menyesalkan kebijakan pemerintah setempat, setelah mengumumkan pembelajaran tatap muka, sekolah kembali diliburkan.

Kekesalan ini, salah satunya diakui Mira (33), salah seorang wali murid SD di Kecamatan Sutera. Sebab, setelah perlengkapan sekolah anak dibelikan, namun dua hari sekolah tatap muka dibuka, akhirnya diliburkan kembali.

baca juga: Wajib Tahu, Ini Hubungan Pola Asuh dan Kecanduan Internet pada Anak

"Ya, cukup kesal saja. Karena, sepatu sudah terbelikan. Tapi, tahu-tahunya diliburkan kembali," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

Selain Mira, hal yang sama juga dirasakan Yeni (34). Terlebih anaknya, baru saja mulai masuk sekolah sebagai siswa baru.

baca juga: Dinilai Merusak, Galian C di Kampung Lubuk Buayo Pessel Dilaporkan Masyarakat

"Seharusnya, harus dikaji dulu dengan baik. Tidak hanya, asal buat kebijakan saja," terangnya.

Menurutnya, karena adanya kebijakan itu, uang yang bisa seharusnya dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur, terpaksa digunakan perlengkapan sekolah anak-anak mereka.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Agam Melesat Tajam, Guguak Tinggi Akan Lockdown

"Sekarang kami tidak tahu entah sampai kapan kebijakan ini. Kalau, tiga tahun tidak sekolah, tentu baju dan sepatu yang sudah dibelikan tadi tidak bisa dipakai. Apalagi, saat ekonomi sulit saat ini," tutupnya.

Terpisah sebelumnnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pessel , Suhendri mengumumkan perubahan tersebut, setelah adanya evaluasi Pemkab.

baca juga: Dalam Masa Pandemi, 10 Ribu Orang Akan Berkumpul Saat HUT Kota Padang

Sebab, sesuai instruksi Kemendikbud untuk panduan pembelajaran tatap muka di daerah zona hijau dilakukan secara bertahap. Di antaranya SMP dan SMA sederajat dimulai paling cepat Juli 2020, dan setingkat SD paling cepat September 2020.

"Jadi setelah ditinjau selama dua hari, besok dan untuk sementera SD ditutup atau belajar daring. Itu sudah diputuskan dalam SE bupati," ungkapnya pada KLIKPOSITIF , Selasa 14 Juli 2020.

Ia menjelaskan, adanya keputusan untuk memulai siswa SD dengan pembelajaran tatap muka, karena ada beberapa alasan, karena selain dikatakan daerah zona hijau, daerah tersebut tidak lagi ada kasus baru.

"Tapi, bupati mengatakan, kalau ada apa-apa, harus ditinjau kembali. Sesuai juga masukan dari berbagai pihak, dari kementerian, dan dari gubernur, maka saat ini, SD kembali daring," terangnya.

Kendati demikian, untuk setingkat SMP, tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan surat edaran yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Diketahui, surat ederan tersebut bernomor 420/1608/Disdikbud/2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Pembelajaran 2020/2021 di Masa Normal Baru, tanggal 10 Juni 2020.

"SMP tetap dengan belajar tatap muka tiga hari dalam seminggu, dengan sistem shift maksimal satu kelompok 15 orang," tutupnya.

Pantauan KLIKPOSITIF , hari pertama diliburkan, setelah kebijakan sekolah tatap muka dibuka 13 Juli 2020. Rabu pagi, di Kecamatan Lengayang dan Sutera masih terlihat sejumlah siswa SD mendatangi.

Datang pada hari pertama diliburkan, tampak para siswa di daerah ini hanya sebentar saja ke sekolah, sebab sekitar pukul 09.00 WIB, mereka kembali dipulangkan ke rumah masing-masing.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani