Heboh Thermo Gun Hilang di Meja Piket BPBD Pasbar, Edi Busti: Bukan Dipinjam, Tapi Dicuri

Kalaksa BPBD Pasaman Barat, Edi Busti didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Decky H Saputra
Kalaksa BPBD Pasaman Barat, Edi Busti didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Decky H Saputra (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Edi Busti dengan tegas menyatakan Thermo Gun (alat ukur suhu tubuh) benar-benar hilang bukan dipinjamkan.

"Thermo Gun itu diduga dicuri dan tidak ada dipinjam oleh siapa pun. Saya pastikan itu dan dengan tegas saya katakan tidak pernah dipinjamkan maupun orang yang meminta untuk meminjam kepada saya," sebut Edi Busti kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2020).

baca juga: Kisah Seorang Ibu Demi Sebuah Kursi Roda Untuk Sang Anak di Pasbar

Ia mengatakan, sejauh ini langkah-langkah yang ditempuh terkait hilangnya Thermo Gun di meja pos penjagaan Kantor BPBD telah dilaporkan ke kepolisian dan disertai dengan rekaman CCTV untuk ditindaklanjuti.

"Jika ada isu di luar yang mengatakan bahwa Thermo Gun itu telah mendapat persetujuan saya untuk itu dibawa karena telah dipinjamkan, saya katakan kembali itu bohong dan saya dengan tegas membantah itu semua," katanya.

baca juga: Kontak dengan Dua Pasien COVID-19, Puluhan Warga Pasbar Test Swab Massal

Ia menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV pada Jumat (10/4/2020) terlihat ada tiga orang datang menggunakan sedan silver berplat merah sekira pukul 07.10 WIB. Kemudian salah satu diantaranya mengambil Thermo Gun yang terletak di meja pos penjagaan BPBD.

"Memang benar anggota saya saat itu tidak berada di tempat, karena waktu itu pergantian petugas piket. Sedangkan untuk pegawai lainnya sebagian tidak masuk karena berada di pos perbatasan dan pada hari itu juga tepat hari libur nasional," jelasnya.

baca juga: Pulang Dari Aceh, Dua ASN di Pasaman Barat Terkonfirmasi Positif Corona

Edi Busti juga mengungkapkan pada hari hilangnya Thermo Gun, bahwa ia ditelpon oleh salah seorang pimpinan DPRD Pasaman Barat untuk meminta cairan disinfektan. Sedangkan untuk peminjaman Thermo Gun tidak ada yang menelpon atau bertemu dengan dia langsung.

"Lagian tidak mungkin kita pinjamkan, Thermo Gun hanya satu di kantor kita dan kita pun sangat membutuhkan untuk mengecek setiap harinya suhu tubuh pegawai dan tamu yang berkunjung.

baca juga: Diterima di Universitas Al Azhar, Santri Asal Kapar Pasbar Terkendala Biaya Berangkat

"Thermo Gun susah didapat pada bulan April itu. Kita sudah memesan dalam jumlah banyak namun tidak ada. Sedangkan harga satu unit Thermo Gun pada bulan itu mencapai 3juta sampai 4juta," paparnya.

Di tempat yang sama Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Decky H Saputra menerangkan, untuk segala aset dibagian kedaruratan adalah tanggungjawabnya.

"Thermo Gun ini aset negara, dan kebetulan alat tersebut berada di bidang saya, tentu saya bertanggungjawab. Sejauh ini tidak ada yang meminjam, sedangkan untuk peminjaman ada prosedurnya," terangnya.

Decky menegaskan, pihaknya tidak pernah menuduh siapapun terkait hilangnya Thermo Gun.

Namun berdasarkan rekaman CCTV, Thermo Gun itu terlihat diambil di atas meja pos penjagaan Kantor BPBD, kemudian dimasukkan kedalam mobil sedan silver berplat merah yang diduga mirip milik mobil dinas salah seorang pimpinan DPRD Pasaman Barat.

"Kita tidak akan mencabut laporan itu, saya tidak takut jika ada tekanan kepada saya, bagi yang merasa mengambil atau apa namanya silahkan pertanggungjawabkan perbuatannya lewat jalur hukum," tegasnya.

Ia juga menambahkan, semoga dengan permasalahan terkait Thermo Gun ini tidak menjadi polemik dan disangkutpautkan dengan hal-hal lain seperti terhadap kebijakan yang dapat merugikan orang lain.

"Saya sudah dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi. Saya tidak ingin anggota saya yang tertuduh yang mengambil barang milik negara itu dan terjadi fitnah," ungkapnya.

Untuk itu Decky berharap semoga kasus Thermo Gun ini segera dituntaskan oleh pihak yang berwajib, karena menurutnya itu murni pidana umum. Ia juga mengatakan tidak berhak mendamaikan karena itu milik negara yang harus tanggungjawabkan.

Kemudia ia mengaku telah melihat rekaman CCTV itu. Berdasarkan CCTV ada tiga orang datang dengan mobil sedan silver plat merah. Seorang diantaranya mirip dengan salah seorang pimpinan DPRD dan dua orang staf DPRD.

"Dalam CCTV saya melihat kotak-kotak penyimpanan di tenda BNPB di obok-obok seperti mencari sesuatu. Ini sangat kita sesalkan, disaat pandemi corona ini masih ada orang yang prilaku seperti itu, seharusnya kita diberikan dukungan," ujar Decky.

Sebelumnya, tiga orang terekam CCTV datang dengan mengendarai sedan silver berplat merah pada Jumat (10/4/2020). Tiba-tiba salah seorangnya terlihat dalam rekaman mengambil Thermo Gun yang terletak di atas meja piket TRC PB sekira pukul 07.20 WIB.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera