12 Komputer dari Dana Pokir Anggota Dewan Dicuri di SMKN 01 Pasbar, Pelaku Seorang Resedivis

Pelaku bersama barang bukti saat diamankan di Mako Polsek Pasaman
Pelaku bersama barang bukti saat diamankan di Mako Polsek Pasaman (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Kepolisian Sektor Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) mengungkap pelaku pencurian dengan pemberatan di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.

Kasus pencurian dengan pemberatan pembongkaran SMKN 01 Sasak Ranah Pasisie mengakibatkan hilangnya 12 unit komputer milik sekolah itu.

baca juga: Seorang Anggota DPRD Pasaman Barat Positif Corona

"Setelah merima laporan dari pihak sekolah maka dilakukan penyelidikan dan pulbaket dari para saksi, akhirnya kita menangkap tersangka MP (26) di kediamannya," sebut Kapolres Pasbar , AKBP Sugeng Haryadi melalui Kapolsek Pasaman, AKP Lija Nesmon, Rabu (22/7/2020).

Ia mengatakan, pihaknya melakukan upaya paksa penangkapan pada Selasa (21/7/2020) sekira pukul 02.30 WIB di kediaman tersangka tanpa ada perlawanan.

baca juga: Tuduhan Penyaluran BPUM Ditunggangi, Ini Klarifikasi Kadis Koperindag Pasbar

"Petunjuk yang kita dapat sebelum dilakukan penangkapan paksa, kita mengambil keterangan dari saksi-saksi, setelah cukup bukti yang mengarah kepada pelaku maka dilakukan penangkapan," katanya.

AKP Lija Nesmon menerangkan, kasus pencurian 12 unit komputer milik SMKN 01 Sasak Ranah Pasisia baru diketahui Rabu (15/7/2020) sekira pukul 11.00 WIB.

baca juga: Polisi Tangkap Tangan Pelaku Togel Online di Pasaman Barat

Kemudian lanjutnya, komputer yang baru berhasil diamankan sebanyak 5 unit, sedangkan sebanyak 7 unit lainnya telah dijual keluar daerah Kabupaten Pasaman Barat .

"Saat ini petugas sedang menuju lokasi tempat ia menjual di Lubuk Basung Kabupaten Agam dan di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman," jelasnya.

baca juga: Mahasiswa Segel Kantor DPRD Pasaman Barat

Sementara pengakuan pelaku, jelas Kapolsek Pasaman, ia menjual hasil curiannya dengan harga bervariasi mulai dari Rp1,5 juta sampai dengan Rp2,5 juta.

"Unit yang dijual semua dalam kondisi baru, sebab itu bantuan dari pokir dewan yang baru diterima pihak sekolah dan belum pernah dipakai. Pelaku juga menjual murah, padahal harga baru komputer itu Rp6 juta sampai Rp7 juta," paparnya.

Ia kembali mengungkapkan, awalnya pelaku tidak mengaku perbuatan yang disangkakan kepada dirinya. Pelaku baru mengakui perbuatannya setelah menjelang subuh.

"Pelaku ini merupakan residivis dengan kasus pencurian . Awalnya tidak mengaku, ia baru mengaku menjelang subuh dan menjual hasil curiannya dengan cara online," ungkapnya.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mako Polsek Pasaman bersama barang bukti 5 unit Computer dan 1 unit Mio Sporty guna dilakukan proses hukum lebih lanjut. Pelaku terjerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera