KPU Bukittinggi Coret M Fadhli dan Martias Tanjung dari Bacalon Perseorangan

KPU Bukittinggi
KPU Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -Komisi Pemilihan Umum Bukittinggi mencoret 2 nama pasangan dari jalur perseorangan untuk Pilkada 2020.

Kedua pasangan itu adalah Martias Tanjung-Taufik Dt Nan Laweh dan M.Fadhli-Yon Afrizal. KPU beralasan, kedua pasangan itu tak mampu memenuhi jumlah syarat perbaikan yang ditetapkan KPU Bukittinggi hingga batas waktu 27 Juli 2020.

baca juga: Ini Kronologis Kasus Perkosaan di Bukittinggi yang Melibatkan Pasutri, Versi Kuasa Hukum Korban

Martias Tanjung-Taufik menyerahkan sebanyak 8.250 berkas. Setelah diverifikasi faktual yang dinyatakan memenuhi syarat hanya 854. Agar lolos, syarat minimal adalah 8.145 berkas. Pasangan ini saat perbaikan berkas mesti menyerahkan berkas 2 kali lipat dari kekurangan, kisaran 14 ribu lebih.

Sementara Fadhli-Yon Afrizal, menyerahkan 8.997 berkas. Setelah diverifikasi faktual, yang memenuhi syarat sebanyak 1.517 saja. Pasangan ini mesti menyerahkan berkas dua kali lipat dari syarat minimal yakni kisaran 13 ribuan.

baca juga: Pasutri di Bukittinggi Ditangkap dalam Kasus Perkosaan, Ini Peran Sang Istri

"Kedua pasangan itu memenuhi janjinya datang menyerahkan berkas dukungan ke KPU semalam, namun berkas mereka tidak memenuhi ketentuan," sebut Komisioner KPU Bukittinggi , Yasrul, Selasa 28 Juli 2020.

Yasrul mengatakan, pasangan Fadhli-Yon Afrizal menyerahkan dukungan perbaikan sebanyak 9 berkas dari 13 ribuan yang mesti dipenuhi dan itu pun tanpa daftar dukungan berupa silon.

baca juga: DKPP Tolak Seluruh Pengaduan Pengadu Terhadap Komisioner KPU dan Bawaslu Bukittinggi

Sementara Martias Tanjung - Taufik menyerahkan 1 berkas dukungan dan 139 daftar dukungan silon.

"Jumlah diserahkan jauh dari yang ditentukan. Berkas mereka kita kembalikan dengan berita acara menolak perbaikan yang diserahkan," ungkap Yasrul.

baca juga: Hari Ini DKPP Bacakan Putusan Perkara Kode Etik Penyelenggara Pemilu Dharmasraya dan Bukittinggi

Dengan demikian, katanya, kedua pasangan ini ditolak sebagai bakal calon dari jalur perseorangan karena jumlah berkas tidak memenuhi persyaratan.

Sebelumnya, KPU menerima 3 berkas pasangan dari jalur perseorangan, dari 3 itu hanya pasangan Ramlan Nurmatias-Syahrizal yang berhasil memenuhi syarat dengan jumlah berkas diterima sebanyak 11.958.

Informasinya, kedua pasangan yang gagal memenuhi syarat tersebut, telah mendaftarkan gugatan ke Bawaslu.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi