Hasil Tangkap Menurun, Ini Penyebabnya Menurut Nelayan Pessel

Sejumlah biduk atau kapal kecil di pengadaran kapal di jembatan TPI Kambang
Sejumlah biduk atau kapal kecil di pengadaran kapal di jembatan TPI Kambang (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Sejak tiga bulan terakhir, hasil tangkap nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat turun dratis. Tidak hanya anak buah kapal (ABK), pemilik kapal-pun ikut mengeluh.

Hal itu, diantaranya terpantau di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ). Rabu 29 Juli 2020 pagi sekitar pukul 09.00 WIB, terlihat sejumlah ABK dan pemilik kapal pulang dalam kondisi mengeluh.

baca juga: Luhut Evaluasi Ekspor Benih Lobster, Kalau Bagus Jalan Terus

Sebab, sejak tiga bulan terakhir ini, jangankan untuk untung. Bekal atau modal pergi pulang melaut-pun tak balik, walaupun sudah bermalam-malam di tengah laut.

"Jangan untung, modal-pun jarang balik," ungkap Ijal (48) salah seorang pemilik biduk atau kapal kecil di penyadaran jembatan TPI Kambang yang ditemui KLIKPOSITIF .

baca juga: Rizieq Shihab Diperiksa Soal Kerumunan, FPI Sebut Itu Kriminalisasi

Ia mengaku, kondisi ini sudah terjadi sejak pertengahan bulan Ramadan lalu, selain cuaca juga diakibatkan karena langkanya ikan. Sebab, meski cuaca baik, tiga bulan terakhir tetap saja hasilnya sama.

"Seperti hari ini (Rabu), ombak kecil, langit cerah. Tapi, tetap saja hasilnya begitu," jelasnya.

baca juga: Sudah Jalani Swab, Kini Rizieq Shihab Tak Mau Ungkap Hasil Test

Selain pemilik kapal, menurutnya kondisi itu juga dialami oleh nelayan tradisional lainnya di daerah itu.

"Sama, pemilik pukat juga begitu. Kalau kami biduk pergi dengan bekal Rp1 juta, hari ini hanya pulang dengan Rp600 ribu," tutupnya.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri