Dinkes Pariaman Ingatkan Bahaya Penyakit Kusta, Ajak Masyarakat Lakukan Hal Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Kasus penyakit Kusta atau Lepra yang sedang ditangani tahun ini di Kota Pariaman sebanyak 6 kasus. Kendatipun dengan persentase rendah namun penyakit menular yang satu ini tidak boleh diabaikan.

Dalam keadaan kronis, Kusta dapat menggerogoti penderita bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Kendatipun dampak kematian tidak terjadi pada kasus ini, dampak kecacatan seumur hidup bagi penderita menjadi momok yang sangat menakutkan.

baca juga: Bupati Solok Minta Pemuda Muhammadiyah Dorong Pembangunan Daerah

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pariaman , Rio Arisandi menuturkan perihal tersebut kepada KLIKPOSITIF . Dikatakannya selama tahun 2019 tercatat sebanyak 10 kasus yang mereka tangani.

"Tahun 2019 ada 10 kasus Kusta, 5 diantara pasien telah sembuh. Nah tahun ini ada penambahan 1 kasus lagi. Jadi sampai sekarang masih ada 6 kasus Kusta yang sedang ditangani," ungkap Rio Arisandi,

baca juga: Tanpa Gejala, Menteri Agama Fachrul Razi Positif COVID-19

Meskipun dengan persentase rendah, kata Rio lagi, jenis penyakit menular ini tidak bisa diabaikan lantaran risiko cacat atau amputasi akan menyerang pasien.

"Kusta ini merupakan penyakit infeksi kronis yang dapat disembuhkan namun dalam jangka waktu yang cukup lama," kata Rio.

baca juga: Sering Memencet Komedo di Wajah, Awas Bahaya Ini

Lebih lanjut dijelaskannya, selain itu Kusta menyerang kulit, mata, hidung dan saraf Perifer. Untuk penyebaran, Kusta menular melalui percikan di udara. "Jika seorang tertular maka akan membutuhkan diagnosis medis khusus Kusta. Bahkan dalam banyak kasus, dalam pengobatan terhadap pasien diperlukan uji dan pencitraan laboratorium," ungkap Rio.

Terkait itu semua, meskipun Kusta dapat diobati, Rio mengkhawatirkan persoalan proses pengobatan.

baca juga: Studi Baru Ungkap Peminum Kopi Berpotensi Lawan Kanker Usus

"Saat ini yang kita khawatirkan adalah proses pengobatannya. Untuk pengobatan khusus Kusta tidak ada di Pariaman , yang ada cuma di kawasan Batam yaitu Rumah Sakit Rivai Abdullah, yang menangani khusus Kusta," jelasnya.

Tidak hanya itu, kata Rio lagi, kendala juga ada pada proses pengobatan dengan BPJS. BPJS hanya menanggung pengobatan pada rentang waktu 7 hari. "Padahal untuk kusta prosesnya tidak secepat itu, butuh waktu lebih lama," ungkap Rio.

Diketahui juga dari Rio, sebelumnya untuk pasien Kusta bisa ditanggung oleh BPJS sehingga pasien bisa dikatakan sembuh atau diperbolehkan kembali pulang.

"Jadi itu kendala terberat kita saat ini untuk rujukan pasien Kusta. BPJS tak menanggung pembiayaan lebih lama, cuma satu minggu saja," ulasnya.

Berkenaan dengan itu, Rio mengingatkan kepada warga Pariaman untuk meningkatkan pola hidup sehat. "Lantaran penyakit menular ini mudah menjangkiti orang yang tidak memelihara kesehatan atau orang yang tidak menerapkan kebersihan pada diri dan lingkungannya," sebut Kabit itu.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri