Begini Gambaran UMKM di Pariaman Semenjak 2018 Hingga Pandemi

Kadis Perindagkop dan UKM Kota Pariaman
Kadis Perindagkop dan UKM Kota Pariaman (rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ), tak terkecuali di Kota Pariaman .

"Pada 2018 pelaku UMKM di Kota Pariaman bisa dikatakan banyak bahkan lebih dari tujuh ribu orang. Angka itu terus naik saat memasuki tahun 2019 dimana angka itu bertambah sekitar 800 lebih. Nah datanglah COVID-19 sehingga terjadi penurunan jumlah pelaku UMKM atau yang terdampak sekitar 34,4 persen," ungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kota Pariaman , Gusniyeti Zaunit.

baca juga: Pemko Pariaman Kembali Salurkan Bibit Pertanian

Ia mengatakan, pada 2018 ada sebanyak 7.065 pelaku usaha, dan pada 2019 meningkat menjadi 7.839. Memasuki pandemi, UMKM di Kota Pariaman mengalami 'pukulan keras'.

Gusniyeti menuturkan, semenjak pandemi masuk ke wilayah 'Kota Tabuik itu terjadi penurunan dari segi volume, omzet dan aset.

baca juga: Hari ke-5 Pencarian Nelayan di Pariaman Belum Menuai Hasil, Begini Situasinya

"Bahkan ada juga yang gulung tikar atau tidak bisa membiayai operasional diri sendiri sehingga bangkrut," katanya.

Gusniyeti Zaunit mengutarakan juga, pasca beberapa bulan 'dirambah' pandemi, saat ini pelaku usaha sudah memulai berusaha lagi kendatipun dengan situasi sulit.

baca juga: Masih Banyak Warga Kota Pariaman yang tidak Menggunakan Masker

"Sulitnya pelaku usaha bergerak dengan serba terbatas. Para pelaku usaha harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan hal ini tentu membuat gerak terbatas atau tidak seleluasa biasanya dalam mengembangkan usaha," jelas Gusniyeti.

Dia mencontohkan, seperti pelaku usaha pada sekolah-sekolah. Saat ini, semenjak sekolah tutup karena pandemi, pedagang di sekolah juga tutup. "Mereka tidak lagi beraktivitas," ulasnya.

baca juga: Ini Daerah-daerah di Padang Pariaman yang Miliki Potensi Bencana Alam

Lihat lagi pelaku usaha pada kawasan wisata, sebut Gusniyeti, kendatipun objek wisata dibuka tetapi sedikit sekali orang yang berjualan. "Ini lantaran ada pembatasan, baik untuk para pelaku usaha atau pengunjung wisata," kata Kadis Perindagkop dan UKM itu.

"Hal ini juga sama dengan yang dialami oleh pelaku usaha rumah makan dan kuliner. Saat ini prospek dagang bagi pelaku yang masih bertahan hanya mampu menjangkau kebutuhan operasional, belum terasa lagi untuk nilai keuntungan besar," sambungnya.

Tidak hanya untuk pedagang lokal saja, hal senada juga berdampak pada kalangan industri yang memasarkan dan mengambil bahan baku dari luar daerah.

"Kalangan industri saat ini tengah disibukan dengan memenuhi kebutuhan pokok atau biaya operasional mereka. Mereka terbatas untuk mendapatkan bahan baku, karena hal itu kebutuhan sandang belum lagi bisa disentuh. Untuk menjual produk keluar daerah masih sangat sepi lantaran pasar juga terbatas," ungkap Gusniyeti.

Situasi itu semua menjadi soal yang harus dijawab oleh pihak Perindagkop kota Pariaman . Gusniyeti mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pelaku usaha.

"Mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan zaman, dimana cara daring atau online menjadi wadah untuk memasarkan produk. Hal ini selalu kami sosialisasikan kepada pelaku usaha," sebutnya.

Beragam motivasi dan dorongan telah dilakukan pihaknya, seperti pelatihan untuk menjajali pasar online. "Yang paling terbaru itu, kita telah memberikan pelatihan kepada pelaku usaha yang bekerjasama dengan Tokopedia. Di sana pelaku usaha belajar segala macam tentang teknis penjualan online," sebut Gusniyeti.

Dalam hal ini, pihaknya memanfaatkan kaum milenial untuk pemasaran produk. "Kami juga gandeng generasi muda untuk pemasaran produk," ulasnya.

Dengan pelatihan tersebut, Gusniyeti mengharapkan, pelaku usaha bisa membuat toko online sendiri termaksud dengan mengemas produk serta tampilan yang menarik.

Diketahui juga saat ini untuk wilayah lokal ( Pariaman ) telah ada toko online yang bisa diakses untuk membeli berbagai produk yaitu Pariaman Mall. Kota Pariaman juga telah bekerjasama sama dengan toko online tingkat provinsi yaitu Bajojo, sementara untuk skala nasional kerjasama juga telah dibentuk dengan Tokopedia.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi