Datangi Rumah Warga Miskin, Ini yang Dilakukan Polres di Padang Pariaman

Kapolsek Sungai Limau, saat mengunjungi Zaidil
Kapolsek Sungai Limau, saat mengunjungi Zaidil (rehasa)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Polisi Sektor (Polsek) Sungai Limau 'menyerbu' rumah Zaidil (50) salah seorang warga Pilubang, Kuranji Hilir, Kecamatan Padang Pariaman , Sumbar, yang hidup belasan tahun di gubuk reyot berlantaikan tanah, Selasa (4/8/2020).

Saat kedatangan itu, polisi berpakaian preman dan berpakaian dinas melaju dari markas (Polsek Sungai Limau), dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Limau, IPTU Nazirwan. Mereka melaju menggunakan dua unit mobil menuju gubuk Zaidil.

baca juga: Ini Daerah-daerah di Padang Pariaman yang Miliki Potensi Bencana Alam

Namun kedatangan polisi ini bukanlah untuk menangkap Zaidil, namun memberikan sembako kepada keluarga Zaidil. Pemberian sembako itu merupakan giat jajaran Polsek tersebut, wujud dari kepedulian terhadap warga kurang mampu atau miskin serta memperkuat hubungan silaturrahmi.

"Benar, kita telah serahkan sembako untuk keluarga Zaidil yang merupakan salah satu warga kurang mampu pada wilayah hukum sektor ini," ungkap IPTU Nazirwan, Selasa 4 Agustus 2020.

baca juga: Tragis, Sopir Angkot di Pasar Lubuak Aluang Jadi Korban Penusukan

Lebih lanjut Kapolsek itu menuturkan, adapun sembako yang mereka serahkan meliputi beras, mie instan, telor, ayam potong serta minyak goreng. Tidak hanya itu pihak Polsek Sungai Limau yang dipimpin oleh IPTU Nazirwan juga memberikan uang senilai seratus ribu rupiah untuk membeli paket internet.

"Selain sembako berupa kebutuhan pokok kami juga serahkan uang beli paket untuk belajar online bagi anak Zaidil. Di sana kami juga menjalin silaturrahmi dengan keluarga Zaidil dan warga lainnya," sebut Nazirwan.

baca juga: Polres Pariaman dan Padang Pariaman Tangkap Kelompok Pencuri Motor

Pada saat itu, IPTU Nazirwan juga sempat bercengkerama dengan Zaidil dan saling bercerita.

"Bagaimana pun situasinya, perihal hukum tidak pernah bisa terlepas dari kesejahteraan warga. Untuk hal itu, tanggung jawab kami sebagai penegak hukum juga terikat pada keadaan warga sekitar. Nilai-nilai kemanusiaan harus tetap dipertegas sehingga mampu merasakan kesulitan dan keluh kesah warga setempat. Dengan begitu rasa simpati bisa tercipta," ungkap IPTU Nazirwan.

baca juga: Pasien Positif COVID-19 Asal Payakumbuh Meninggal Dunia di RSUD Padang Pariaman

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Zadil adalah keluarga miskin yang hidup bersama istrinya beserta 6 orang anaknya di gubuk reyot itu. Rumah Zaidil berlantai tanah, tanpa kamar mandi dan jauh dari kata layak.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi