Meski Tatap Muka Ditiadakan, Para Guru di Pessel Tetap Masuk Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Suhendri
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Suhendri (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Meski sekolah tatap muka ditiadakan, para guru di Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat tetap masuk sekolah seperti biasa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel , Suhendri mengungkapkan, hal itu sudah menjadi ketentuan selama pembelajaran masa pandemi , walaupun siswa bejalar dari rumah atau daring. "Para guru tetap masuk seperti biasa, karena hanya metode pembelajaran saja yang diubah," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Lagi, Agam Tambah 26 Pasien Total 465 Warga Terjangkit

Perubahan kebijakan belajar daring, diputuskan setelah Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sumatera Barat menetapkan status daerah itu menjadi zona kuning COVID-19. Hal itu seiring, dengan adanya penemuan kasus positif, Jumat 31 Juli 2020 lalu. Di mana salah seorang perantau asal Pessel yang sudah menetap di Purwakarta-Jawa Barat.

Yang bersangkutan awalnya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 saat dilakukan pemeriksaan tes PCR di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ketika hendak balik ke Purwakarta.

baca juga: TNI Buka Jalan di Kampung Dilan

Ia menjelaskan dengan ada penetapan status tersebut, secara otomatis metode pembelajaran di daerah itu berganti. Awalnya sudah dibuka dengan tatap muka pada 13 Juli 2020 lalu, kini terpaksa diubah kembali. "Jadi (dengan ketentuan itu), para guru mengontrol pembelajaran daring ini, dari sekolah masing-masing. Sampai ada perubahan status zona saat ini," terangnya.

Sebelumnya diberitakan KLIKPOSITIF , Pemkab Pessel meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mencabut kembali status daerah itu dari zona kuning, menjadi zona hijau.

baca juga: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ajak Karang Taruna Luki Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru

Hal itu, dikatakan Jubir Gugus Tugas COVID-19 Pessel , Rinaldi. Sebab, menurutnya satu kasus positif yang ditemukan provinsi Sumatera Barat merupakan kluster dari daerah tersebut.

"Kami telah sampaikan pada Gugus Tugas Provinsi soal itu. Kemudian juga melalui Dinas Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi," ungkapnya pada wartawan di Painan, Minggu 2 Agustus 2020.

baca juga: Gubernur Sumbar: UMKM dan Pariwisata Harus Bergerak Walaupun Pandemi COVID-19

Menurutnya, karena yang bersangkutan tercatat sebagai warga Purwakarta, Jawa Barat. Meski berasal dari Kambang Kecamatan Lengayang.

"Sekarang kami sedang protes status itu ke Gugus Tugas Provinsi. Kemudian juga melalui Dinas Kesehatan Pessel pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Mudah-mudahan nanti ada perubahan," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani