Disetujui DPRD, Pemko Payakumbuh Siapkan Penambahan Lahan untuk Masjid Agung

Penandatanganan Nota KUA PPAS APBD Kota Payakumbuh.
Penandatanganan Nota KUA PPAS APBD Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Rencana pembangunan Masjid Agung Payakumbuh disepakati DPRD daerah setempat pada Rapat Penandatanganan Kesepakatan Pembangunan Mesjid Agung dengan kontrak tahun jamak atau pengerjaannya menggunakan APBD lebih dari dari satu tahun.

Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi menyebut, pembangunan Masjid Agung tersebut adalah aspirasi dari masyarakat Kota Payakumbuh .

baca juga: Dari 2015 Sampai 2019 Payakumbuh Terima Lima Penghargaan WTP Secara Beruntun

"Lahan yang dapat dipakai untuk pembangunan Masjid Agung adalah seluar 4,6 Hektare. Kami menargetkan penambahan lahan, dari 5 sampai 7 Hektare," kata Riza Falepi, Rabu (5/8).

Dikatakan Riza, Masjid Agung yang nantinya dibangun tersebut juga akan dilengkapi sarana yang akan disiapkan demi meningkatkan perekonomian masyarakat.

baca juga: Rekonstruksi Pengeroyokan di Payakumbuh, Pelaku Jebak Korban Menggunakan Akun Facebook Pacar

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh , Hamdi Agus mengatakan bahwa secara prinsip memang seluruh fraksi telah menyatakan dukungannya untuk pembangunan Masjid Agung ini.

"Tadi kami sudah menandatangani Nota kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemko untuk pembangunan Masjid Agung secara tahun jamak. DPRD secara umum mendukung," ujarnya.

baca juga: Pemko Payakumbuh Lengkapi Standarisasi Sentra IKM Rendang dengan Sertifikasi Nasional dan Internasional

Bahkan, DPRD juga mendorong agar Pemko Payakumbuh untuk secepatnya bergerak dalam melaksanakan proses pembangunan Masjid Agung tersebut. Salah satunya dalam hal pembebasan lahan.

"Pembebasan lahan masih di lakukan di perubahan anggaran dan di awal tahun nantinya. Sehabis itu baru akan dilaksanakan tender dan pembangunan," kata dia.

baca juga: Kabar Gembira, THL Pemko Payakumbuh Akan Terima BLT Subsidi Gaji

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Maharnis Zul mengatakan enam di DPRD Payakumbuh menyetujui pembangunan Masjid Agung ini dengan beberapa catatan. Seperti pembebasan lahan harus selesai sebelum mesjid dibangun, serta ada fasilitas bagi lembaga adat dan agama sehingga ada integrasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Integrasinya juga dibarengi dengan akan adanya peningkatan ekonomi karena lokasi berdekatan dengan Ngalau Indah dan Batang Agam," sebutnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat