Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

Kepala Seksi Intelijen Kejari Payakumbuh, Robby Prasetya (kanan).
Kepala Seksi Intelijen Kejari Payakumbuh, Robby Prasetya (kanan). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pandemi virus Corona atau COVID-19 yang melanda tanah air dalam beberapa bulan terakhir membuat sejumlah program yang telah disusun oleh Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Payakumbuh harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Payakumbuh , Robby Prasetya menyebut, untuk tahun ini pihaknya memiliki sejumlah program, seperti jaksa menyapa, jaga nagari, dan jaksa masuk sekolah.

baca juga: KPU Lima Puluh Kota Minta Masyarakat Proaktif Cermati DPS

"Untuk jaksa menyapa dan jaga nagari kita harus menyesuaikan karena adanya pandemi sekarang. Program jaksa masuk sekolah sudah sempat dilakukan dan sudah hampir selesai, untuk sisanya kita tentu menyesuaikan," katanya, beberapa waktu lalu.

Diantara penyesuaian yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan lewat daring, namun diakui Robby hal itu tidak maksimal lantaran masih ada wilayah kerja Kejari Payakumbuh yang belum terjangkau akses sinyal dan internet.

baca juga: Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Nenek di Payakumbuh

"Wilayah kerja kita itu Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh . Masih ada beberapa wilayah yang belum bisa mengakses sinyal," tambahnya.

Selain terkendala siatuasi pandemi, diakui Robby, fokus Kejari saat ini adalah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap anggaran COVID-19.

baca juga: Dicokok Polisi, Tersangka Pembunuh Nenek di Payakumbuh Ternyata Orang Dekat Korban

"Kita pantau pemberian bantuan, seperti BLT. Kita juga berikan pendampingan terhadap pemerintah daerah yang butuh konsultasi hukum, semoga tidak terjadi penyalahgunaan anggaran COVID-19 ini," jelasnbya.

Lebih lanjut, Robby juga melihat bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman warga terhadap hukum di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota sudah cukup baik.

baca juga: Nenek di Payakumbuh Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Warungnya, Polisi: Ada Luka Tusuk di Tubuh Korban

"Ambil contoh waktu pandemi ini, kita lakukan penindakan tapi belum terlalu jauh. Untuk Lima Puluh Kota dan Payakumbuh belum ada penindakan yang sampai denda seperti daerah lain, warga cukup kooperatif dan responsif," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat