Irwan Prayitno : Tol Padang - Pekanbaru Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar

Tol Padang - Pekanbaru
Tol Padang - Pekanbaru (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, proses pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru saat ini sedang berlangsung dua tahap yang sedang diproses tahap satu 0-4 km, dan tahap kedua 4-36 km totalnya 36 km.

"Semua sedang diproses, baik pembebasan lahan dan juga pengerasan maupun pekerja," katanya beberapa waktu lalu.

baca juga: Irwan Prayitno: Sumbar Satu-satunya Provinsi WTP 8 Kali Berturut-turut dan Lahirkan Perda COVID-19 Pertama di Indonesia

Menurutnya, dukungan jalan tol tersebut sangat jelas bagi Sumatera Barat bertujuan sebagai pengembangan infrastruktur yang ada, bagian daerah pantai Barat jauh dari pertumbuhan ekonomi dibandingkan di Timur Sumatera yang sangat dekat pertumbuhan ekonominya dengan adanya Selat Malaka dan beberapa yang ada bersebelahan dengan Lautan Hindia.

"Jadi sangat penting pembangunan infrastruktur jalan tol bagi Sumatera Barat karena tembus ke kawasan Timur Sumatra sehingga bisa menggerakkan ekonomi di daerah pantai barat otomatis akan mendorong investasi sebagai bagian dari modal untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi daerah di Sumbar," jelasnya.

baca juga: Gubernur Sumbar: UMKM dan Pariwisata Harus Bergerak Walaupun Pandemi COVID-19

Irwan Prayitino juga katakan, ada beberapa hal yang menjadikan hubungan selain pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah, karena daerah barat secara umum ekonominya agraris, yaitu daerah wisata yang mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai destinasi wisata.

"Untuk jalan tol dan juga dana pembangunan sudah berjalan tetapi agak lambat walaupun hampir 5 km sudah berjalan, namun ada beberapa persoalan yang terkait pembangunan jalan tol yaitu terhadap persoalan tanah pembebasan lahan yang menjadi penghambat pembangunan jalan tol di Sumbar. Karena di Sumbar ada tanah ulayat yang dimiliki oleh kaum yang sudah mempunyai ratusan keluarga maka memiliki hak yang sama sehingga menjadi tanah pusaka tinggi," ungkapnya.

baca juga: Melayat Kerumah Bupati Tanah Datar, Gurbernur Sumbar: Almarhum Pekerja Keras

Gubernur Sumbar menjelaskan, lahan yang terpakai untuk pembangunan jalan tol tersebut banyak berada di tanah ulayat yang diatur oleh ninik mamak yang dituakan dalam suatu kaum tersebut dan inilah yang mengatur persoalan hingga tidak bisa tuntas cepat. Ini adalah sebuah dinamikan persoalan kelanjutan pembangunan jalan tol di Sumbar. Dan saat ini dengan adanya undang-undang pertanahan yang baru, kegiatan ganti rugi tanah pembangunan dapat meletakan uang di pengadilan sesuai proses hukum yang berlaku.

"Saat ini strategi dilakukan demi kelanjutan jalan tol tersebut pemprov melakukan kerjasama dengan Pemkab dan pemko agar dapat tersedianya lahan jalan tol. Selain itu pemerintah akan membangun jaringan jalan tol lintas Sumatera yang dipadukan dengan jaringan multi moda, pelabuhan samudra, bandara dan jaringan kareta api," lanjut Irwan Prayitno .

baca juga: Terdampak COVID-19, Pemprov Sumbar Stimulus Berbagai Sektor Untuk Pulihkan Perekonomian

Manfaat jalan tol juga dapat mengembangan komoditas unggulan kelapa sawit, kakao karet, dan kopi serta hilirisasi komoditas unggulan sebagai transportasi komoditas. Dan adanya jalan tol akan dapat mengembangkan potensi pariwisata dan akses jaringan jalan tol sebagai penggerak ekonomi lokal serta dapat memperkuat konektivitas jaringan logistik regional Sumatera.

Pembangunan jalan tol ini merupakan program nasional yang secara pusat langsung dikomando oleh Bapak Presiden Jokowi Dodo yang dikontrol, diawasi serta dikawal perkembangannya melalui Kementerian PU juga Kabinet. Dan Kapolri dan Makamah Agung ikut mendorong investasi pembangunan jalan tol berjalan dengan lancar dan sukses. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir