Hati-hati, Ada Pocong Siang Bolong di Kota Padang

Warga yang menggunakan kostum pocong di perlintasan rel Kereta Api di daerah Kayu Kalek
Warga yang menggunakan kostum pocong di perlintasan rel Kereta Api di daerah Kayu Kalek (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Warga di RT 05/RW 01 Kelurahan Kayu Kalek Padang Sarai,Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang memiliki cara unik untuk mengingatkan pengendara yang melintasi rel Kereta Api .

Selain menggunakan bendera untuk menghentikan pengendara saat Kereta Api lewat, beberapa orang juga menggunakan kostum pocong sebagai pengingat.

baca juga: Polisi Masih Dalami Kasus Penyegelan Rumah Wabup Solok

Anju Ade (21) yang menggunakan kostum pocong mengatakan, niatnya menggunakan kostum itu agar pengendara lebih berhati-hati.

"Dengan menggunakan kostum ini, secara tidak langsung kami mengingatkan untuk berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan," lanjutnya.

baca juga: Pastikan Penegakan Hukum Tidak Pandang Bulu, LPSK Desak Presiden Turun Tangan di Kasus Djoko Tjandra

Apa yang ia lakukan itu mengundang perhatian sejumlah warga yang melintas di rel yang menuju ke arah perkampungan itu.

"Sejauh ini warga tidak ada yang komplain, karena tujuan kami tidak untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengingatkan agar berhati-hati," lanjutnya.

baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi COVID-19, Dampaknya pada Partisipasi Pemilih

Salah seorang warga, Dodi (28) mengatakan bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya beberapa pemuda yang menjaga gang masuk ke perkampungan itu.

"Kalau ada Kereta Api yang melintas, kalau dari mobil kadang tidak terlihat. Dengan adanya anak-anak ini sangat membantu kami pengendara," katanya.

baca juga: Rachmat Gobel Usulkan Transportasi Berbasis Rel Harus jadi Agenda Prioritas Pemerintah

Pemuda yang menjaga gang yang melintasi rel tersebut menggunakan kardus untuk meminta partisipasi warga.

Uang yang dikumpulkan itu untuk mengadakan kegiatan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri