Ratusan Sapi dan Kerbau di Lima Puluh Kota Sudah Diasuransikan

Irfendi Arbi menyerahkan polis asuransi AUSTK di Lima Puluh Kota.
Irfendi Arbi menyerahkan polis asuransi AUSTK di Lima Puluh Kota. (Ist)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Dinas Perternak dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota mencatat sebanbyak 203 sapi dan kerbau di daerah tersebut yang sudah diasuransikan pada Asuransi Usaha Ternak Sapi Kerbau (AUTSK).

Plt Kadis Peternak dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota , Indra Suryani mengatakan, dari 13 kecamatan di daerah itu baru lima kecamatan yang telah mengasuransikan hewan ternaknya di AUTSK.

baca juga: Jalin Silaturahim, Dandim 0306/50 Kota Buka Kegiatan Trabas di Lima Puluh Kota

Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Luak yang ada 11 kelompok tani dengan jumlah sapi atau kerbau sebanyal 88 ekor. Kecamatan Lareh Sago Halaban sebanyak 5 kelompok tani dengan jumlah hewan ternak sebanyak 43 ekor.

Kecamatan Harau dengan 4 kelompok tani dengan jumlah hewan ternak 11 ekor. Kecamatan Pangkalan Koto Baru sebanyak 9 kelompok dengan jumlah sapi/kerbau 31 ekor. Kecamatan Guguak dengan kelompok tani 15 dan hewan ternak sebanyak 30 ekor.

baca juga: KPU Lima Puluh Kota Minta Masyarakat Proaktif Cermati DPS

"Risiko yang ditanggung polis AUSTK harga sapi/kerbau yang asuransikan adalah 10 juta. Jangka waktu asuransi adalah 1 tahun dan premi asuransi 2 persen dari harga sapi atau kerbau yang diasuransikan. Bantuan pemerintah 80 persen (Rp160 ribu) dan swadaya petani 20 persen (Rp40 ribu) perekor setiap tahun," kata Indra, Selasa (11/8).

Usaha peternakan memiliki berbagai risiko yang harus dihadapi petani, diantaranya kematian kerena kecelakaan, penyakit, dan bencana alam.

baca juga: BPJS Cabang Payakumbuh: Peserta JKN-KIS yang Nunggak Iuran Bisa Manfaatkan Layanan Relaksasi

Indra menjelaskan, selama 2020, klaim AUSTK untuk wilayah Lima Puluh Kota sebanyak 9 ekor sapi atau kerbau.

"Kriteria AUTSK yang melakukan usaha pembibitan dan atau pembiakan. Untuk betina minimal berumur satu tahun, masih produktif dan dalam kondisi sehat. Sapi atau kerbau yang didaftarkan menjadi peserta AUSTK paling banyak 15 ekor perternak skala kecil," ucap Indra.

baca juga: Kasrem 032/Wirabraja Tutup Latihan UST Kompi Yonif 131/Braja Sakti di Payakumbuh

Diantara warga yang menerima polis asuransi AUTSK diserahkan langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota , Irfendi Arbi di rumah dinas, Labuah Silang Payakumbuh, Selasa (11/8).

"Mari peternak bersama dengan petugas kesehatan hewan sebagai pendamping di lapangan untuk terus memanfaatkan (AUTSK) agar tenang dalam beternak. Asuransi ini menjamin ganti rugi bila ternak sapi yang dipelihara terjadi kematian karena penyakit, kecelakaan, mati karena beranak, dan kehilangan akibat kecurian," kata Irfendi.

Dia menambahkan, dengan terlindunginya usaha peternakan akan memberi kenyamanan terhadap peternak di daerah.

"Karena itu, agar peternak mempunyai daya saing usaha, dan untuk meningkatkan motivasi beternak," jelasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat