BNNK: Pasbar Bukan Lagi Daerah Perlintasan, Tetapi Sudah Sebagai Tempat Peredaran

BNNK Pasaman Barat saat melakukan jumpa pers dengan para awak media
BNNK Pasaman Barat saat melakukan jumpa pers dengan para awak media (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat mengatakan, daerah tersebut bukan lagi sebagai tempat perlintasan tetapi sudah sebagai tempat peredaran.

"Dalam tahun ini kita sudah menuntaskan lima berkas kasus penyalahgunaan narkotika," sebut Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effenry, Selasa (11/8/2020).

baca juga: KPU Pasbar Umumkan Jumlah DPS Sebanyak 259.329 Tersebar di 1.034 TPS

Ia mengatakan Pasaman Barat telah dijadikan sebuah tempat peredaran narkotika dan bukan lagi sebagai tempat perlintasan. Sedangkan narkotika yang paling banyak beredar adalah jenis sabu.

"Narkotika jenis sabu paling banyak beredar dan cendrung diminati oleh para pelaku penyalahgunaan narkotika, sebab putarannya cepat," katanya.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

Irwan menjelaskan sejauh ini pihaknya telah menuntaskan sebanyak lima kasus di tahun 2020. Padahal target yang diberikan hanya dua kasus dalam setahun.

"Terget kita untuk pengungkapan kasus narkotika setahun hanya dua kasus dan dari lima berkas itu telah diamankan lima tersangka dengan barang bukti sebanyak 1,21 gram," jelasnya.

baca juga: Audy Sebut Sumbar Punya Potensi Jadi Lumbung Jagung Nasional, Pasbar Salah Satu Titiknya

Berkas-berkas kasus yang telah dituntaskan diantaranya, berkas pertama adalah LKN/01/I/Pb.00/2020 BNNK- PASBAR tanggal 24 Januari 2020 dengan tersangka inisial LA dengan barang bukti 0,15 gram sabu dan divonis 5,4 tahun penjara.

Berkas kedua LKN/II/Pb.00/2020 BNNK- PASBAR tanggal 19 Februari 2020 dengan dua tersangka inisial DC dan FB dengan barang bukti 0,14 gram sabu dengan vonis empat tahun dan tiga tahun penjara.

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

Kemudian LKN/III/Pb.00/2020 BNNK- PASBAR tanggal 20 Juli 2020 dengan tersangka inisial YS dan NS dengan barang bukti 0,92 gram sabu dengan proses penyidikan.

Menurutnya saat ini pihaknya telah melakukan beberapa langkah-langkah antisipasi dengan terus berupaya menyosialisasikan bahaya narkoba dan narkotika kepada generasi muda di Pasaman Barat.

Disamping itu pihaknya juga terus meningkatkan koordinasi dengan Satuan Rekrim Narkoba Polisi Resort Pasaman Barat. Bahkan juga telah direncanakan dengan membuat Nagari Bersih dari Narkoba (Nagari Bersinar).

Pihaknya telah merencanakan membuat Nagari Bersinar dengan bekerja sama dengan Pemkab Pasaman Barat melalui pemerintahan nagari yang ada.

"Nantinya akan dibuat peraturan nagari, untuk memasukkan hukum adat bagi penyalahgunaan narkoba yang tidak bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi," terang Irwan.

Ia berharap agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama dan saling berkomitmen dalam pemberantasan narkoba di Bumi Mekar Tuah Basamo itu.

"Kita ingin komitmen bersama bagaimana memberantas narkoba di Pasaman Barat. Namun rencana pertemuan dengan nagari dan badan musyawarah nagari tertunda karena dampak COVID-19," ungkapnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera