3 Perantau yang Pulang ke Pariaman Positif COVID-19, Penutupan Posko Utama Satgas Batal

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Setelah 3 orang perantau yang pulang ke Pariaman dinyatakan positif COVID-19, status kota Pariaman berubah menjadi zona kuning. Perihal itu, rencana penutupan Posko Utama Satgas Pencegahan COVID-19 di batalkan dan kembali beroperasi.

Erni Puspita, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pariaman menuturkan, pihaknya telah mempersiapakan segala hal yang diperlukan untuk pencegahan penyebaran virus tersebut.

baca juga: Ada Sanksi Kurungan, Ini Pesan Kapolres Pessel Soal Penerapan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru

"Benar, pada awal ada perencanaan untuk menutup posko utama namun ada lagi kasus 3 orang perantau yang positif COVID-19. Berkenaan dengan itu rencana penutupan posko dibatalkan," ungkap Kabid Erni Puspita, Rabu 12 Agustus 2020.

Lebih lanjut Kabid itu menuturkan, Tim Gugus Tugas telah mempersiapkan alat pencegahan serta melakukan penyemprotan dan melakukan tracking.

baca juga: Bupati Solok Minta Pemuda Muhammadiyah Dorong Pembangunan Daerah

"Nah untuk posko, hanya posko perencanaan yang dibuka, selebihnya bekerja secara mobile. Meskipun demikian, posko ini agak berbeda dengan biasanya. Seperti jumlah petugas yang ada di lapangan, tidak sebanyak pada saat sebelumnya," jelasnya.

Erni Puspita juga mengatakan, di bulan Agustus ini ada sebanyak 50 petugas yang siaga untuk menjalankan tugas. "Mereka bekerja dari pagi hingga malam, diantara anggota tersebut ada yang bertugas mobile," ungkapnya.

baca juga: Tak Pakai Masker, Belasan Warga Padang Ditindak

Selain itu, Kabid Erni juga menuturkan terkait anggaran untuk pencegahan COVID-19. "Saat ini anggaran sebesar Rp2,5 milyar, dan ini besar kemungkinan mencukupi hingga September 2020," katanya.

Sementara itu, katanya lagi, untuk biaya operasional semenjak Maret hingga Juni sebanyak Rp5 milyar. "Nah sudah Rp7,5 milyar biaya operasional terpaksa," sebutnya.

baca juga: Tanpa Gejala, Menteri Agama Fachrul Razi Positif COVID-19

Terkait itu semua, Kabid Erni berharap agar setiap warga senantiasa menerapkan protokol keselamatan untuk memutus penyebaran COVID-19.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri