22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Tangani COVID-19 akan Terima Bintang Jasa dari Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Net)

KLIKPOSITIF - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyerahkan penganugerahan bintang jasa kepada 22 perwakilan tenaga medis yang gugur dalam menangani pasien Covid-19.

Penyerahan akan dilakukan hari ini di Istana Negara, Kamis (13/8/2020).

baca juga: Lagi, Agam Tambah 26 Pasien Total 465 Warga Terjangkit

"Penyerahan 22 bintang jasa akan dilakukan Presiden Joko Widodo kepada perwakilan tenaga medis yang telah gugur," ujar Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dalam keterangannya.

Penganugerahan bintang jasa diberikan kepada sembilan Bintang Jasa Pratama dan 13 Bintang Jasa Nararya.

baca juga: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ajak Karang Taruna Luki Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru

Menurut Fadjroel, penyerahan 22 Bintang Jasa merupakan tahap pertama dan dilanjutkan dengan tahap berikutnya dan santunan kepada tenaga medis yang gugur.

"Penyerahan 22 bintang jasa ini merupakan tahap pertama, yang akan dilanjutkan dengan tahap berikutnya dengan bintang jasa dan santunan yang sama kepada tenaga medis yang gugur," ucap dia.

baca juga: Gubernur Sumbar: UMKM dan Pariwisata Harus Bergerak Walaupun Pandemi COVID-19

Tak hanya itu, Fadjroel Rachman menuturkan penganugerahan bintang jasa kepada tenaga medis yang gugur merupakan bentuk duka cita mendalam dan penghormatan tertinggi sebagai garda terdepan penanganan Covid-19

"Penganugerahan 9 Bintang Jasa Pratama dan 13 Bintang Jasa Nararya kepada tenaga medis yang gugur karena merawat pasien Covid-19 adalah bentuk duka cita mendalam dan penghormatan tertinggi negara terhadap seluruh tenaga medis yang menjadi garis depan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia," tutur Fadjroel.

baca juga: Anggota Terpapar COVID-19, KPU Sumbar: Itu Tak Hambat Tahapan Pilkada

Tak hanya itu, Jokowi kata Fadjroel mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran di daerah maupun pusat dan tetap memerintahkan penanganan Covid-19 yang lebih masif mengedepankan strategi intervensi berbasis lokal dan kampanye disiplin penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan karena bahaya Covid-19 belum berlalu.

"Pemerintah bekerja keras menangani pandemi Covid-19 dan kehidupan sosial ekonomi rakyat Indonesia melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional . Termasuk mempercepat keberadaan vaksin Covid-19 melalui kerjasama BUMN Biofarma dengan pihak lain, serta Vaksin Merah Putih melalui Lembaga Eijckman," ujar Fadjroel.

Fadjroel menambahkan, seluruh gotong royong kebangsaan dan kemanusiaan 267 juta rakyat Indonesia adalah kunci disiplin penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan hidup seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Eko Fajri