Sekda Agam Martias Wanto Tak Penuhi Panggilan Penyidik Polda Sumbar

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu (Humas Polda Sumbar)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pihaknya hari ini menjadwalkan pemeriksaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Martias Wanto.

"Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi pemanggilan penyidik karena di Jakarta, itu berdasarkan surat yang disampaikan oleh penasehat hukumnya," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat (14/8/2020).

baca juga: Enam Pelaku Pengedar Jaringan Narkotika Internasional Dibekuk Polda Sumbar

Terkait hal itu, lanjut Satake, pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang untuk memeriksa Sekda Agam Martias Wanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR-RI Mulyadi. "Kita akan lakukan penjadwalan pemanggilan ulang untuk memeriksanya sebagai tersangka," ujarnya.

Terpisah, Penasehat Hukum Martias Wanto, Ardyan membenarkan surat tersebut dan kliennya berada di Jakarta. Menurutnya, surat pemanggilan kepada kliennya dari Polda Sumbar datang pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu, pada saat yang bersamaan, Bupati Agam Indra Catri juga telah mendisposisikan kegiatan pengajuan Dana Penanganan Darurat untuk banjir dan longsor yang terjadi di Agam beberapa waktu lalu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

baca juga: Polda Sumbar Ringkus Kurir Ganja Lintas Provinsi, 110 Kilogram BB Disita

"Jadi pak Martias Wanto sudah menjadwalkan untuk berangkat ke Jakarta, yang bersamaan pulalah pada pemeriksaan hari ini," katanya.

Ardyan menambahkan, karena ini juga untuk kepentingan bersama dan menyangkut daerah, kliennya memohon untuk pemeriksaan di undur. "Jadi pak Martias Wanto memohon kepada penyidik untuk bisa mengundur waktu pemeriksaan hari ini," pungkasnya kemudian.

baca juga: Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Pemalsuan Sumber Air Minum Merek SMS

Diketahui, Polda Sumbar telah menetapkan Martias Wanto sebagai tersangka berdasarkan berdasarkan surat tap/32/VII/Reg 2.5/2020 /Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020, bersamaan dengan Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka tambahan berdasarkan surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020 /Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

Editor: Muhammad Haikal