Keluarga Nelayan Jaring Udang yang Meninggal di Sasak Pasbar Bakal Dapat Asuransi Rp200 Juta

Para nelayan di Sasak Pasaman Barat saat berupaya mencari keberadaan korban sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Para nelayan di Sasak Pasaman Barat saat berupaya mencari keberadaan korban sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Keluarga dari almarhum Syamsul Bahri (44) yang akrab disapa Patai yang meninggal dunia saat melaut di Muaro Pantai Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Pasaman Barat bakal menerima santunan.

Santunan tersebut berasal dari program asuransi nelayan sebesar Rp200 juta.

baca juga: Hasil Rapid Test, Puluhan Orang Pengawas TPS di Pasaman Barat Reaktif Covid-19

Patai (korban) ditemukan meninggal dunia pada Kamis (27/8/2020) sekira pukul 11.00 WIB di Muaro Sasak setelah dinyatakan hilang beberapa jam sebelumnya.

Menurut Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pasaman Barat , Zulfi Agus, jika meninggal dunia saat melaut maka keluarga atau ahli waris akan menerima santunan.

baca juga: Masuki Musim Hujan, BPBD Pasbar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

"Kita memiliki program asuransi nelayan kecelakaan saat melakukan kegiatan saat melaut sebesar Rp200 juta," sebutnya.

Zulfi menjelaskan untuk memperoleh klaim asuransi itu, keluarga korban harus menyiapkan kelengkapan administrasi.

baca juga: Tekan Angka Pengangguran, Dinas Tenaga Kerja Pasbar Kukuhkan Klinik Produktivitas

Administrasi yang dimaksud seperti surat keterangan kematian dan keterangan dari puskesmas atau pihak kepolisian terkait tentang nelayan yang bersangkutan meninggal dunia saat melakukan kegiatan melaut.

"Saat ini kita sedang mengumpulkan data dari pihak keluarga tentang korban kecelakaan itu. Setelah kami cek data korban yang meninggal masuk dalam asuransi nelayan ," jelasnya.

baca juga: Sering Muncul di Televisi Jadi Alasan Warga Ini Pilih Nasrul Abit

Kembali dipaparkan Zulfi, kecelakaan kerja saat melaut dan mengakibatkan meninggal dunia maka klaim didapatkan sebesar Rp200 juta. Namun jika selamat dan mengalami cacat total maka memperoleh maksimal Rp100 juta.

Sedangkan kecelakaan kerja tetapi selamat dan dan tidak cacat total maka akan ditanggung biaya pengobatan maksimal sebesar Rp20 juta. Semua dana santunan masuk kerekening keluarga atau ahli waris korban tanpa pemotongan sedikitpun.

Kemudian ditambahkannya, di Pasaman Barat untuk saat ini asuransi nelayan ada sebanyak 865 orang nelayan dan aktif sampai Oktober 2020. Sedangkan sumber dana asuransi ini merupakan dana Kementrian Kelautan dan Perikanan.

"Untuk 2021 berapa jumlah asuransi nelayan belum dipastikan. Namun intinya asuransi nelayan ini bertujuan untuk melindungi nelayan dari risiko kecelakaan dan kematian, baik di laut maupun pada saat tidak melaut," tuturnya.

Ia berharap mudah-mudahan kedepannya asuransi ini tetap ada dan jika perlu dimasukkan ke anggaran Pemerintah Pasaman Barat sehingga nelayan merasa diperhatikan saat melakukan kegiatan melaut.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera