Perjalanan Karir AKBP Imran Amir yang Baru Menjabat Kapolresta Padang

AKBP Imran Amir saat Menjabat Kapolres Dharmasraya
AKBP Imran Amir saat Menjabat Kapolres Dharmasraya (Humas Polres Dharmasraya)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir resmi menjabat Kepala Kepolisian Resor Kota ( Kapolresta) Padang. Pelantikannya dilakukan oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto di Mapolda Sumbar, Senin (31/8/2020).

Pria 44 tahun tersebut, masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian tahun 1995 dan lulus pada tahun 1998. Setelah lulus, ia mengawali karir dengan penempatan di Kalimantan Selatan di Pamapta Poltabes Banjarmasin.

baca juga: Satlantas Polresta Padang Akan Gelar Operasi Zebra, Ini Jenis Pelanggaran yang Bakal Ditindak

"Lalu, saya ditempatkan di Kanit Resintel, kalau sekarang Reskrim diPolsek Banjarmasin Selatan, dan Kanit Resintel juga Polsek Banjarmasin Barat," katanya kepada KLIKPOSITIF .

Karir Imran terus menanjak, saat ia dipercaya sebagai Kapolsek Kota Banjarmasin Selatan dan Kapolsek KP3 Pelabuhan Banjarmasin.

baca juga: Ini Modus Operandi Pelaku Skimming ATM di Lubuk Begalung Padang

"Kemudian, pada tahun 2004 saya lulus untuk menguji pendidikan di PTIK di Jakarta dan setelah lulus pada 2006, saya ditempatkan di Polda Riau," ujarnya.

Selanjutnya, menjadi Kapolsek 50 Poltabes Pekanbaru, Kasatreskrim Polres Dumai, Kabagops Polres Dumai dan Wakapolres Tembilahan.

baca juga: Kapolresta Padang Sebut Pelaku Skimming ATM di Padang Dikendalikan dari Malaysia

Di tahun 2012, Imran lulus untuk mengikuti Sekolah dan Staf Pimpinan Menengah (Sespimen) di Lembang Bandung. Usai disana ia ditempatkan di Polda Sumsel sebagai Kasubdit Tipikor.

Tahun, 2016 menjadi momen penting dalam karirnya, sebab ia ditempatkan di tanah kelahirannya sendiri di Sumbar sebagai Kasubdit Tipikor Polda Sumbar.

baca juga: Update: Total Remaja yang Diamankan Hari Ini 168 orang, 5 Diantaranya Perempuan

"Sewaktu menjadi Kasubdit itu saya ungkap kasus Gula Tanto dan Memei, itu penangkapan pertama dari saya kasus gula putih itu," ujarnya.

"Kemudian, saya dipercaya Kapolres Sijunjung dan Kapolres Dharmasraya, lalu Kabagdalops Biro Operasi Polda Sumbar. Alhamdulillah pada tanggal 3 Agustus keluar telegram dari Kapolri tanggal 3 Agustus 2020 dipercaya jadi Kapolresta Padang," sambungnya.

Ia menceritakan, ia lahir dan besar dan sekolah di Padang tepatnya di Indarung dan Seberang Padang, dari TK Baiturrahmah, SD Semen Padang dan SD Alang Laweh, SMP 4 Padang dan SMA 2 Padang.

"Memilih tugas ke Sumbar, ini merupakan doa orang tua karena ingin anaknya bertugas di kampung sendiri. Doa orang tua yang menjadikan saya seperti ini, tidak henti-hentinya orang tua mendoakan saya, keduanya masih ada," katanya.

Imran menambahkan, cita-citanya masuk Akabri, sesuai permintaan orang tua supaya sekolah itu ikatan dinas agar selesai tidak cari pekerjaan lagi.

Menurutnya, yang berkesan selama berkarir di kepolisian sewaktu dinas di Sijunjung dan Dharmasraya. "Saya bisa bertemu dengan masyarakat bawah dengan program tali asih untuk membantu mereka. Ini akan berlangsung di Polresta Padang , insyaallah," katanya.

Sebagai orang yang besar di Padang, serta sesuai perintah Kapolda Sumbar, ia akan fokus pada empat hal dalam menjabat Kapolresta Padang yakni, mengurangi potensi konflik antara masyarakat, pencegahan COVID-19, pencegahan dan pemberantasan kejahatan masyarakat, menyangkut pilkada dengan netral tidak berpihak.

"Kota Padang sebagai ibukota provinsi, otomatis semua nanti masalah pilkada di kabupaten muaranya semua di KPU Sumbar. Kami di Polresta Padang untuk mengamankan kegiatan pilkada ini di alek gadang Sumatera Barat ini," tuturnya.

Editor: Muhammad Haikal