Penusuk Syekh Ali Jaber Halusinasi? Novel Baswedan: Investigasi Tidak Boleh Buat Kesimpulan Tanpa Bukti

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (Net)

KLIKPOSITIF - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti aksi penusukan terhadap penceramah Syekh Ali Jaber yang diklaim oleh kepolisian pelaku mengalami halusinasi. Novel justru menemukan kejanggalan atas kasus tersebut.

Kejanggalan tersebut diungkap oleh Novel Baswedan melalui akun Twitter pribadi miliknya @nazqistsha.

baca juga: Ternyata Tak Perlu Sertifikat Vaksin untuk Urus Dokumen Kependudukan

Menurut Novel, aksi penusukan dengan menggunakan pisau merupakan aksi berencana karena pelaku telah menyiapkan pisau sebelum beraksi.

Hal ini berbeda dengan halusinasi. Jika halusinasi, maka pelaku akan tiba-tiba melakukan penyerangan dengan tangan kosong tanpa memiliki persiapan apapun.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Standar Kelulusan CPNS 2021, Ini Info Lengkapnya

"Spontan karena halusinasi itu bila tiba-tiba memukul, bila menikam dengan pisau itu berencana karena ada persiapan untuk bawa pisau," kata Novel, Selasa (15/9/2020).

Novel mendesak agar aparat kepolisian bisa melakukan investigasi mendalam atas kasus tersebut.

baca juga: RS Hampir Penuh, Luhut Minta Pemda DIY Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur

Ia meminta agar aparat tidak memberikan kesimpulan tanpa memiliki basis bukti.

"Investigasi tidak boleh buat kesimpulan tanpa basis bukti," ungkap Novel.

baca juga: Kebijakan PSBB Hingga PPKM Tidak Akan Efektif Tanpa Testing dan Tracing yang Masif

Bahkan, Novel memiliki keyakinan akan menemukan banyak barang bukti baru jika dilakukan penggeledahan.

"Bila digeledah akan banyak bukti yang didapat. Semoga Syekh Ali Jaber lekas sembuh," tuturnya.

Editor: Eko Fajri