Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Pemalsuan Sumber Air Minum Merek SMS

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu (Screenshot video)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pihaknya mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terhadap kasus yang menjerat perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) merek Sumber Minuman Sehat ( SMS ). SP3 tersebut bernomor B/94/IX/Tes.2.1/2020/Ditreskrimsus

yang ditujukan kepada Soehinto Sadikin.

baca juga: Pelarian Izet, Preman yang Viral Karena Aksinya di Padang Berakhir di Tanah Datar

"SP3 dikeluarkan setelah dilakukan gelar perkara kemarin oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar dan diputuskan pasal yang disangkakan kepada yang bersangkutan tidak memenuhi unsur pidana," kata Satake di Padang, Rabu (16/9/2020).

Satake menambahkan, SP3 ini dikeluarkan, juga hasil koordinasi dengan pihak Kejaksaan.

baca juga: Pemprov Sumbar Akan Ambil Alih Kawasan Hutan yang Diokupasi di Pasbar

"Kepada yang bersangkutan yakni Soehinto Sadikin sudah diberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), terkait SP3 kasus ini," ujarnya. Satake menyebutkan, dengan dikeluarkannya SP3, kasus ini otomatis selesai.

Diketahui, Polda Sumbar menyegel pabrik SMS di Kabupaten Padang Pariaman karena diduga melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen terkait sumber mata air di kemasan produk tersebut, pada 16 November 2019 lalu.

baca juga: Aplikasi E-Barbuk Jadi Pilot Project, Dirlantas Polda Sumbar Terima Penghargaan

Dalam label yang ada di produk SMS tertulis bahwa sumber mata air Gunung Singgalang namun setelah diselidiki ternyata sumber mata air mereka berasal dari PDAM Padang Pariaman yang berasal dari Lubuk Bonta.

Editor: Muhammad Haikal